Minggu, 26 Mei 2019 23:09

Sambangi Petani Porang di Pelosok Hutan, Khofifah Komitmen Perjuangkan Legalitas LMDH

Minggu, 10 Maret 2019 22:48 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Sambangi Petani Porang di Pelosok Hutan, Khofifah Komitmen Perjuangkan Legalitas LMDH
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau hutan tempat budidaya tanaman umbi porang di Kabupaten Nganjuk. foto: ist

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Kawasan hutan di pelosok Kabupaten Nganjuk, tepatnya di Desa Bendoasri Kecamatan Rejoso yang memiliki 600 hektar lahan tanaman porang menjadi jujukan kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (10/3) sore. 

Bukan tanpa alasan, tanaman Porang ini merupakan produk unggulan Jawa Timur yang seratus persen hasilnya diekspor ke luar negeri. Tanaman jenis umbi-umbian ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung di Jepang, kosmetik, penjernih air, untuk bahan pembuatan lem, dan juga jelly. 

Lahan tanaman yang dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Artomoro dan juga LMDH Trimulyo ternyata ditemukan banyak masalah dan siap difasilitasi oleh Pemprov Jawa Timur. 

"Yang pertama, porang ini adalah komoditas yang bangak orang tidak ketahui, tapi ini sebenarnya adalah keunggulan Jawa Timur dan seratus persennya di ekspor," kata Khofifah di tengah hutan yang ditanamani porang siap panen.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu lincah meninjau langsung dan melihat bagaimana tanaman porang dibudidayakan. "Maka saya harap kataknya, yaitu biji yang nanti bisa ditanam lagi, jangan sampai dilepas ke luar. Sehingga kita akan fokus porang ini sebagai produk unggulan Jawa Timur," tegas Khofifah. 

Untuk itu, ia siap melalui Pemprov Jawa Timur membuat regulasi untuk bisa melarang pengiriman ekspor biji atau katak yang digunakan untuk pembudidayaan tanaman porang. 

Selama bercengkrama dengan para petani porang, Khofifah banyak dicurhati tentang masalah penyakit yang kini menyerang tanaman porang. Yang dampak dari penyakit tanaman ini bisa menurunkan 75 persen produksi porang petani.

Jika semula per hektar bisa menghasilkan porang sebanyak 15 ton, gara-gara penyakit yang tidak diketahui petani itu, produksi panen porang hanya tersisa 5 ton per hektar, maksimal. 

"Nah untuk masalah ini saya akan tugaskan Kepala Dinas Kehutanan karena memang sudah dalam komitmen akan bertemu dengan tim dari Universitas Brawijaya, kalau bisa pusat studinya tetap jalan, namun saya ingin Universitas Brawijaya mengirim tim kalau ada yang mau menulis penelitian untuk S1, S2 untuk kajian khusus porang sehingga kita punya center of excellent untuk porang dan mengatasi masalah petani," kata wanita yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial ini.

Sebab sampai saat ini petani belum bisa melakukan apapun terhadap penyakit di tanaman porang. Lantaran belum ada yang mengkaji penyakit tersebut dan apa obat yang tepat.

Tidak hanya itu, untuk fasilitasi para petani porang pasca panen, Khofifah bersama Pemprov Jawa Timur siap mengirimkan bantuan berupa slicer atau perajang dan juga oven. Tujuannya untuk meningkatkan nilai ekonomis porang saat dijual ke pengepul atau ke konsumen. Terutama lantaran selama ini petani kerap mengalami kesulitan mengeringkan porang. Padahal harga jualnya saat kondisi kering bisa mencapai lima kali lipat. 

Dalam kunjungan menyapa para petani hutan, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga menyampaikan bahwa pihaknya kini komitmen untuk memperjuangkan nasib dan hak para petani hutan. Khofifah mengatakan pihaknya menyampaikan kondisi LMDH jatim secara khusus ke Presiden Joko Widodo. 

"Hasil rapat terbatas bersama Presiden yang lalu, secara khusus saya membawa hal yang terkait dengan LMDH di Jatim ini. LMDH Jawa Timur yang sudah terakreditasi di notaris itu 1500 an, lalu sebanyak 330an yang sudah dapat SK dari Menkumham, yang belum dapat akte notaris masih ada 155 LMDH," tegas Khofifah. 

Dari rapat terbatas itu, Menkumham sudah menyampaikan padanya secara khsusus bahwa pihaknya akan mempersiapkan akte notaris LMDH Jawa Timur dan memercepat legalitas hukumnya. Tidak hanya itu, Khofifah juga menyebut bahwa ia tengah memperjuangkan agar LMDH Jawa Timur semuanya bisa masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK).

Sementara itu Ketua LMDH Artomoro Rianto mengatakan terima kasih pada Gubernur Khofifah. Ia menyebut baru kali ini ada gubernur yang mau bersambang melewati 10 kilometer jalan tak layak untuk meninjau langsung budidaya tanaman petani LMDH, khususnya porang. 

"Ini sejarah, perjalanan ke sini dari kota 1,5 jam dengan kondisi yang jalannya seperti itu (rusak), kami senang ibu gubernur menyapa kami," kata Rianto. (mdr/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...