Khofifah saat memberikan pelantikan dan deklarasi JKSN NTB.
LOMBOK TIMUR, BANGSAONLINE.com - Gerak Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim Terpilih 2019-2024, bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) merambah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB.
Bertempat di Ponpes Maraqittqlimat Mamben, Kecamatan Aikmel, pada Jumat (1/2) petang, giliran masyarakat provinsi NTB bersama-sama mendeklarasikan bersama JKSN untuk menyukseskan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Deklarasi JKSN NTB yang dirangkai dengan doa kebangsaan itu dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Pulau Lombok.
Khofifah menegaskan, tudingan sejumlah pihak jika Presiden Jokowi bukan orang Islam adalah keliru. Ia mengaku, melihat langsung presiden Jokowi taat melaksanakan puasa sunah Senin dan Kamis.
"Saat kemarin pas Kamis, sempat diundang ke Istana Presiden di Jakarta, saya terkaget-kaget. Begitu Adzan tiba-tiba ajudan presiden menyuguhkan air putih dan kurma serta makanan. Terus saya diajak presiden berbuka puasa bersama," kata Khofifah, petang kemarin.
Ia mengatakan, dalam ajaran islam manakala pemimpinya itu sudah taat dan rajin melaksanakan perintah ibadah yang wajib serta ibadah sunnah, maka wajib umat islam memperjuangkannya.
"Insya Allah, jika pemimpin kita riyadoh kayak Pak Jokowi, maka negara kita akan makmur. Jadi, tugas kita bersma bersama harus bisa memperjuangkan pak Jokowi pada Pilpres 2019," tegas Khofifah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




