repro dw.de
Pemerintah Taiwan pun ikut-ikutan waswas, mengingat Beijing boleh di bilang cukup bergantung pada wilayah itu. Kritik pun akhirnya bermunculan dan menuding Beijing sengaja memperluas sayap perekonominya ke sana supaya bisa mempengaruhi pemerintah dan warga setempat terkait kebijakan politiknya.
Produk-produk keluaran Xiaomi bukan hanya laris manis di negara asalnya, tetapi pangsa pasarnya sudah mencapai ke beberapa negara Asia, di antaranya Singapura, Malaysia, Indonesia, Filiphina dan India. Diperkirakan, Xiaomi juga akan mengembangkan sayap bisnisnya ke Thailand, Brazil dan Meksiko.
Line Dicurigai
Selain Xiaomi, tuduhan keamanan juga mengarah pada layanan pesan singkat yang sedang naik daun dan sangat digandrungi masyarakat Jepang, Line. Layanan millik Naver Corp asal Korea Selatan itu, bakal dilarang dipakai pada komputer-komputer yang digunakan terkait tugas-tugas pemerintah, dengan alasan keamanan.
Juru bicara Line mengatakan kepada kantor berita Reuters, pihaknya sedang melakukan investigasi terhadap tuduhan tersebut. Namun seperti sudah diduga, tidak disebutkan secara rinci bagaimana proses penyidikan itu berjalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




