Kamis, 18 April 2019 22:21

Mendikbud RI: Baru 60 Persen SMK di Jawa Timur yang Terakreditasi

Kamis, 27 Desember 2018 16:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Mendikbud RI: Baru 60 Persen SMK di Jawa Timur yang Terakreditasi
Mendikbud Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Pelaksanaan dan pengaturan sekolah tingkat SMK, khususnya di Jawa Timur yang berjumlah 13 ribu SMK, dirasakan rumit oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P.

"Hanya 60 persen yang terakreditasi, sisanya 40 persen belum terakreditasi. Selain itu, dari total 13 ribu SMK di Jawa Timur, hanya ada 4.000 SMK Negeri, sisanya swasta," demikian diungkapkan Prof. Muhajir usai mengikuti penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa bidang Pendidikan Vokasi Kerakyatan kepada Dr. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, di Dome UMM, Kamis (27/12).

"Tentunya ini menjadi tantangan dan PR besar bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur khususnya, dan umumnya di tanah air ini," imbuhnya.

Terkait hal ini, Mendikbud menyatakan akan mengutamakan kerja sama dengan pemerintah provinsi. Ia menilai perlunya pengubahan strategi. "SMK sejauh ini dibangun sistem supply side (memproduksi lulusan tapi tidak pernah memahami orientasi outputnya)," kata Prof. Muhajir.

"Untuk itu, sistem supply side menjadi demand side. Kita libatkan para pengguna, tenaga kerja di SMK, orientasinya, kurikulum pembelajarannya, seperti apa keinginannya ke depannya pasca kelulusan para siswa siswi tersebut," bebernya.

Selain merubah sistem pelaksanaan atau metodenya, menurut Mendikbud, perlu juga pelengkapan segala fasilitasi SMK untuk mempermudah dan mendukung siswa yang lagi prakerin (praktek kerja industri) atau kerja di perusahaan. "Berdasarkan sertifikasi yang dihasilkan nantinya, bahwa siswa dimaksud menguasai keterampilan sesuai standar," cetusnya.

"Sekarang ini antara 60 persen sampai 70 persen kurikulum di sekolah yang menentukan adalah perusahaan dan industri. Kendati siswa tersebut tidak bekerja pada tempatnya waktu masih magang, minimal sudah terbekali skill dan bersertifikasi," pungkasnya. (iwa/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...