Minggu, 21 Juli 2019 14:26

Mendikbud RI: Baru 60 Persen SMK di Jawa Timur yang Terakreditasi

Kamis, 27 Desember 2018 16:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Mendikbud RI: Baru 60 Persen SMK di Jawa Timur yang Terakreditasi
Mendikbud Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Pelaksanaan dan pengaturan sekolah tingkat SMK, khususnya di Jawa Timur yang berjumlah 13 ribu SMK, dirasakan rumit oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P.

"Hanya 60 persen yang terakreditasi, sisanya 40 persen belum terakreditasi. Selain itu, dari total 13 ribu SMK di Jawa Timur, hanya ada 4.000 SMK Negeri, sisanya swasta," demikian diungkapkan Prof. Muhajir usai mengikuti penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa bidang Pendidikan Vokasi Kerakyatan kepada Dr. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, di Dome UMM, Kamis (27/12).

"Tentunya ini menjadi tantangan dan PR besar bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur khususnya, dan umumnya di tanah air ini," imbuhnya.

Terkait hal ini, Mendikbud menyatakan akan mengutamakan kerja sama dengan pemerintah provinsi. Ia menilai perlunya pengubahan strategi. "SMK sejauh ini dibangun sistem supply side (memproduksi lulusan tapi tidak pernah memahami orientasi outputnya)," kata Prof. Muhajir.

"Untuk itu, sistem supply side menjadi demand side. Kita libatkan para pengguna, tenaga kerja di SMK, orientasinya, kurikulum pembelajarannya, seperti apa keinginannya ke depannya pasca kelulusan para siswa siswi tersebut," bebernya.

Selain merubah sistem pelaksanaan atau metodenya, menurut Mendikbud, perlu juga pelengkapan segala fasilitasi SMK untuk mempermudah dan mendukung siswa yang lagi prakerin (praktek kerja industri) atau kerja di perusahaan. "Berdasarkan sertifikasi yang dihasilkan nantinya, bahwa siswa dimaksud menguasai keterampilan sesuai standar," cetusnya.

"Sekarang ini antara 60 persen sampai 70 persen kurikulum di sekolah yang menentukan adalah perusahaan dan industri. Kendati siswa tersebut tidak bekerja pada tempatnya waktu masih magang, minimal sudah terbekali skill dan bersertifikasi," pungkasnya. (iwa/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...