Cegah Stunting di Jatim, Pakde dan Bude Karwo Siap Optimalkan Taman Posyandu

Cegah Stunting di Jatim, Pakde dan Bude Karwo Siap Optimalkan Taman Posyandu Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo bersama Bude Karwo Membuka Kampanye Gerakan Pencegahan Stunting Di Jawa Timur. Foto: YUDI A/BANGSAONLINE

PKK Aktif Turun ke Dasa Wisma

Sementara itu, Ketua TP PKK Prov. Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi menyampaikan, bahwa anggota PKK akan turun aktif ke dasa wisma untuk mensosialisasikan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Sosialisasi ini mencakup pendampingan ibu hamil, pemberikan air susu ibu (ASI) eksklusif pada anak hingga 2 tahun atau maksimal 3 tahun, dan pola asuh anak.

“Di PKK kami memiliki Taman Posyandu yang menerapkan pola holistik integralistik, sehingga meskipun tidak spesifik menyebut tapi programnya mengurusi tumbuh kembang anak 5 tahun pertama,” urai Bude Karwo sapaan akrab Ketua TP. PKK Prov. Jatim itu.

Bude Karwo menjelaskan, sosialisasi juga akan dilakukan pada masa remaja. Alasannya, karena selama ini ada tren bahwa remaja yang kurus itu cantik sehingga banyak yang kurang darah. Oleh sebab itu, tren ini sangat berdampak saat mereka hamil, yakni kurangnya asupan pada janin yang dikandungnya.

“Itulah mengapa pada kampanye cegah kali ini kami dari PKK Prov. Jatim memberikan obat penambah darah bagi para remaja,” tutur istri Gubernur Jatim ini sembari menambahkan bahwa obat tambah darah ini sebaiknya diminum minimal satu minggu sekali.

Senada dengan yang disampaikan Pakde Karwo, Bude Karwo menegaskan, bahwa lewat Taman Posyandu PKK Prov. Jatim akan aktif mengkampanyekan cegah . “Kami akan turun ke lapangan sehingga gerakan cegah ini akan jadi tujuan bersama. Karena dalam mencegah harus kita urus mulai isi piring serta pentingnya ASI eksklusif dan tidak cacingan,” jelasnya.

Bude Karwo berharap, Ibu-ibu Bupati/Walikota yang juga selaku Ketua TPP PKK di daerah juga ikut aktif mensosialisasikan pencegahan . Khususnya di 11 kabupaten di Jatim yang jumlah anak nya tertinggi di Jatim, diantaranya Kab. Sampang, Kab. Sumenep, Kab. Bangkalan, Kab. Probolinggo, Kab. Nganjuk, dan Kab. Bondowoso. “Ini akan kita pantau secara terus menerus, sehingga jumlah penambahan anak di Jatim tidak akan bertambah,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama antara Gubernur Jatim dengan 11 Bupati dalam menurunkan kasus di Jawa Timur.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Bupati Lamongan, Bupati Bangkalan, Pj. Bupati Sampang, Wabup Jember, Kader TP. PKK Prov. Jatim dan Kota Surabaya, serta para pejabat OPD di lingkup. (ian/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warga Kota Pasuruan Berebut Minyak Goreng Curah Saat Gubernur Jatim Pantau Operasi Pasar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO