Di Depan 2.400 Pengurus NU, Muslimat NU, dan BKMT, Kiai Asep Minta Pilih Capres yang Salat

Di Depan 2.400 Pengurus NU, Muslimat NU, dan BKMT, Kiai Asep Minta Pilih Capres yang Salat Dr KH Asep Saifuddin Chalim saat memberikan taushiyah di aula Pondok Pesantren Amanatul Ummah Siwalankerto Surabaya, Ahad (9/12/2018). foto: bangsaonline.com

Kiai miliarder ini bahkan mengaku kakinya sempat tertusuk paku berkarat ketika jadi kuli bangunan. “Mandor saya tak peduli meski kaki saya kena paku,” ungkapnya. Untungnya teman sesama kuli bangunan itu ada yang membantu. “Luka bekas paku itu dimasuki penthol korek api lalu dicos (dibakar),” katanya. “Mereka bukan untuk menyakiti saya, tapi agar kaki saya tak titanus,” tegasnya.

Kiai Asep menceritakan kemiskinan yang dialami itu untuk menjelaskan bahwa doa dan salat malam yang diamalkan selama ini sangat mustajab. Artinya, kalau dulu sangat miskin sekarang jadi kiai miliarder karena faktor salat malam. “Salat malam itu saya temukan dalam kitab Ihya Ulumiddin bab salat sunnah (nawafil),” katanya. Yang membuat Kiai Asep mantap karena dalam kitab itu ada keterangan bahwa doa ini tak akan ditolak oleh Allah SWT. “Minaddu’a alladhi laa yuraddu,” ungkapnya mengutip kalimat dalam kitab tersebut.

Salat malam itu terdiri dari 12 rakaat dan 6 salam. “Monggo dilampahi (diamalkan). Tapi jangan diajarkan kepada orang lain kecuali kepada anak-anak sampean sendiri. Karena saking mustajabnya doa ini, meski permintaan maksiat bisa terkabulkan. Kalau dilakukan untuk maksiat, saya yang memberi ijazah juga ikut kena getahnya,” katanya sembari mengatakan bahwa dalam kitab tersebut ada peringatan jangan diajarkan kepada sembarang orang.

Pada akhir taushiyahnya, Kiai Asep memberikan pendidikan politik. “Ini penting agar suara kita tak hanya dimanfaatkan orang lain,” tegasnya. Apalagi selama ini para Caleg yang memanfaatkan suara NU dan Muslimat NU sering tak peduli begitu terpilih. Bahkan banyak anggota DPR yang terjerat korupsi.

Karena itu Kiai Asep kemudian merekomendasikan para caleg kader NU dan Muslimat NU yang harus dipilih oleh pengurus NU, Muslimat NU dan BKMT. Menurut dia, pada pemilu 17 April 2019 nanti kita harus memilih kader kita sendiri.

Dalam acara itu tampak hadir Bendahara Pergunu Pusat Muhammad Habibur Rochman, SE (Gus Habib) yang merupakan Caleg DPR RI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Surabaya-Sidoarjo. Gus Habib adalah putra Kiai Asep Saifuddin Chalim.

Hadir juga Direktur HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com EM Mas’ud Adnan yang juga Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur PPP dapil Kota Surabaya. Selain itu juga hadir Dwi Astutik, Caleg DPRD Jatim, dan Caleg Kota Surabaya Umi Nadiroh, Nur Fitriati Z, Artika, Khairun Nisa, Z Hasanah, Muhiddin, Faradila Mahri, Mooi Dina Kartika Sari, Sri Setyo Pertiwi, Ndaru Nurnaningsih, dan Junaedi.

Kiai Asep juga menyinggung pemilihan presiden. Ia mengaku heran terhadap para tokoh agama – terutama kiai dan habaib – yang selama ini berdoa agar pemimpin atau presiden jatuh pada orang yang takut kepada Allah. “Tapi kenapa tidak memilih Pak Jokowi yang sudah jelas-jelas salat?,” tegasnya. Padahal salah satu indikator takut kepada Allah adalah salat. “Gimana bisa dikatakan taat kepada Allah jika tak salat,” katanya. 

Dalam acara itu juga hadir Ketua PCNU KH Fatchur Rochman dan Ketua MUI Kota Surabaya KH Munib. Hadir juga Ketua PC Muslimat Kota Surabaya Hj Lilik Fadilah, Wakil Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya Nyai Hj Masfufah Hasyim, Sekretaris PC Muslimat NU Nyai Hj Fatimah, Nyai Hj Aisyah, Ketua BKMT Kota Surabaya Nyai Hj Muchit Murtadlo, Nyai Hj Aminah, dan KH Abdurrohim Zulkarnaen. (tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Dulu Banyak Sinis dan Tertawa, Kini Miliki 12.000 Santri, ini Ijazah Amalan Kiai Asep':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO