Selasa, 23 Juli 2019 03:02

Jasa Marga Ingkari Janji, Warga Desa Rejoso Ancam Demo Besar-besaran

Selasa, 04 Desember 2018 23:59 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: Ahmad Fuad
Jasa Marga Ingkari Janji, Warga Desa Rejoso Ancam Demo Besar-besaran

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Warga Rejoso Selatan akan demo besar-besaran, pasca PT Jasa Marga dinilai mengingkari kesepakatan. Hal ini setelah munculnya surat keputusan yang tidak sesuai dengan tuntutan warga.

Hudan Dardiri, perwakilan warga, mengatakan, "Ada lima Desa yang bergabung dengan kami, mereka sangat resah dengan ulah pelaksana proyek jalan tol."

Hudan mengutarakan surat keputusan PT Jasa Marga kepada Bupati Pasuruan, ternyata tidak sesuai yang diharapkan warga. Surat keputusan yang tidak sesuai itu ada 4 item. Di antaranya, PT Jasa Marga Gempol-Pasuruan (Gempas) sudah membangun box culvert melintang jalan dengan jarak 250 meter yang akan difungsikan sebagai saluran penyeimbang, bahwa Jasa Marga sedang membangun saluran samping kiri dan kanan row untuk menampung banjir, bahwa Jasa Marga akan memfungsikan 1 dari 5 box culvert ukuran 3x3 sebagai fasilitas untuk pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor, serta Jasa Marga akan meninggikan jalan desa yang ada di depan kelurahan agar tanjakan menjadi lebih landai.

"Sedangkan harapan yang pernah disepakati berupa surat kesepakatan atara warga dan PT. Jasa Marga disaksikan DPRD Kabupaten Pasuruan antara lain, jalan trowongan tetap ada dengan dimensi lebar 3 m x tinggi 2,5 m, kelandaian tanah harap diperhatikan dan dikerjakan minggu ketiga bulan Desember 2018 setelah peresmian, sungai diluruskan, box culvert untuk saluran air diperdalam."

"Rencananya dari empat desa di antaranya Desa Kawisrejo, Toyaning, Pandanrejo, Adirogo Kecamatan Rejoso, siap menyusun langkah. Menyinggung tentang box culvert yang dibangun saat ini kondisinya ancur-ancuran. Jadi pada intinya kalau tuntutan warga yang sudah diharapkan tidak terealisasi, maka kami akan demo besar-besaran.”

Kepala Desa Sadengrejo Abdul Kodar mengaku, tuntutan warga yang sudah jadi kesepakatan bersama dengan pihak PT Jasa Marga dan didukung oleh DPRD Kabupaten Pasuruan, ternyata tidak sesuai harapan. “Kesepakatan tuntutan itu telah diingkari PT Jasa Marga. Maka dari itu, kami bersama beberapa Kepala Desa yang berdampak pada proyek pembangunan tol itu rencana akan membahas persoalan ini,” kata dia. (afa/ros)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...