Rabu, 17 Juli 2019 14:36

Ketersediaan Jagung Cukup, Bupati Fadeli Minta Kementerian Tidak Impor

Minggu, 11 November 2018 04:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Ketersediaan Jagung Cukup, Bupati Fadeli Minta Kementerian Tidak Impor

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Ketersediaan jagung di Lamongan sudah tercukupi. Bahkan sampai Oktober lalu sudah bisa berproduksi 550.2014 ton.

Bupati Fadeli bahkan menegaskan soal ketersediaan ini dengan kata cukup. "Alhamdulillah, sampai dengan saat ini, di saat sudah mulai musim hujan, kami masih bisa panen jagung," ujarnya saat mendampingi Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto bersama Wakil Asisten Teritorial Kasad Brigjen Gathut Setyo Utomo saat panen padi serentak di Desa Bulubrangsi Kecamatan Laren, Sabtu (10/11).

"Menurut Saya, ketersediaan jagung cukup. Jadi Saya minta pada kementerian, agar tidak perlu impor jagung. Tidak perlulah, sedikit-sedikit impor," katanya menambahkan.

Dia menyarankan, yang perlu dilakukan saat ini adalah menjaga keseimbangan harga. Sehingga petani jagung menikmati keuntungan, di sisi lain peternak tidak menjerit karena harga pakan yang terlalu tinggi.

Untuk itu, dia meminta agar harga jagung dijaga agat tidak sampai di bawah Rp 4 ribu per kilogram. "Kalau sampai di atas Rp 5 ribu per kilogram juga tidak bagus, karena nanti imbasnya pada peternak," ujarnya.

Lebih jauh dia juga meminta agar tidak ada permainan, seperti dengan menahan stok di gudang-gudang. "Stok yang ada di gudang itu agar dikeluarkanlah, jangan sampai seperti saat ini. Agar harga itu seimbang," katanya.

Sumardjo Gatot Irianto setuju dengan yang disampaikan Bupati Fadeli, terkait menjaga keseimbangan harga jagung. "Tadi sudah disampaikan Pak Bupati Fadeli. Bahwa produksi jagung itu memang melimpah dan ada. Namun mungkin sebarannya yang tidak merata," kata dia.

Dia menjanjikan tahun ini akan membantu 5 unit mesin UV Dryer untuk Lamongan. Sehingga jagungnya bisa dikeringkan sempurna sehingga kualitasnya tinggi dan bisa disimpan untuk jangka waktu yang lebih lama.

Lonjakan produksi jagung di Lamongan terjadi pasca suksesnya program Tani Jago (pertanian jagung modern). Sehingga yang semula produktivitasnya berkisar 5,8 ton per hektare, saat ini bisa mencapai 9 ton per hektare.

Peningkatan produktivitas ini diikuti melonjaknya produksi dari sebesar 323.550 ton di 2015 menjadi 571.080 ton dengan produktivitas rata-rata 8,3 ton per hektare pada 2017.

Sementara hingga Oktober 2018, produksi jagung Lamongan sudah mencapai 550.201 ton dengan produktivitas 9 per hektare. Ini bisa dilakukan tidak dengan menambah luasan lahan, namun karena penerapan Tani Jago. (qom/rev) 

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...