Sabtu, 30 Mei 2020 09:44

Polda Jatim Tangkap Perakit Senjata Api dari Lumajang

Rabu, 07 November 2018 14:04 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Anatasia Novarina
Polda Jatim Tangkap Perakit Senjata Api dari Lumajang
Gelar ungkap kasus senjata api rakitan di halaman Direskrimum Polda Jatim.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Joni Mahendra (35), warga Dusun Krajan, Jarit, Candipuro, Kabupaten Lumajang diamankan petugas Unit V Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim. Joni diamankan karena kasus kepemilikan senjata pistol dan amunisi.

Hal itu terungkap saat Unit V Subdit III Jatanras, Ditreskrimum, menggelar ungkap kasus kepemilikan senjata rakitan oleh Joni mahendra di halaman gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (7/11/2018).

Dari lokasi kejadian di Lumajang, petugas berhasil menyita barang bukti anak peluru senpi rakitan jenis revolver wana silver, pistol seri 637 SNW Val 38, 34 ramset hampa, 6 selongsong peluru Cal 38 dan 13 ramset modif.

Direskrimum Polda Jatim Kombes Agung Yudha Wibowo didampingi Kasubdit Jatanras AKBP Leonard Sinambela mengatakan, pelaku membuat senjata api rakitan dengan bahan dasar air softgun dan membuat amunisi melalui beberapa bahan dasar. Di antaranya ramset, slongsongan kosong hampa dan kelengkapan lainnya.

Sedang spare part didapat untuk merakit senpi yang dibeli secara online. Keahlian untuk merakit didapat dari internet (youtube). Pelaku mulai merakit sejak awal Januari 2018 dan memasarkan senpi melalui medsos. Senpi rakitan dijual Rp 6 Juta.

Namun jika pembeli hanya memodifikasi air softgun menjadi senpi, maka pelaku memasang tarif Rp 2,8 juta. Untuk penjualan amunisi sudah dilakukan di daerah Jakarta, Cilegon dan Jabar. Penjualan senpi rakitan dilakukan pelaku di Pontianak, Bondowoso, Megelang dan Bekasi.

“Untuk sementara Polda bersama Polres Lumajang mengembangkan menjadi 6 barang bukti barang rakitan. Senjata ini untuk sementara diperjual-belikan dari teman2 di Perbakin. Untuk yang baru diharga Rp 6 juta. Kalau sudah ada softgun sendiri hanya 2,8 juta. Pelaku merupakan anggoita Perbakin dari Lumajang,” imbuh Agung.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya baru memulai bisnis ini sejak Januari, dan mempelajari cara pembutan melalui internet. “Tersangka ini belajar dari internet dan memulai dari bulan Januari,“ pungkasnya. Atas perbuatannya, tersangka Joni dijerat Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (ana/dur) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...