Selasa, 25 Juni 2019 21:54

Polda Jatim Tangkap Perakit Senjata Api dari Lumajang

Rabu, 07 November 2018 14:04 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Anatasia Novarina
Polda Jatim Tangkap Perakit Senjata Api dari Lumajang
Gelar ungkap kasus senjata api rakitan di halaman Direskrimum Polda Jatim.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Joni Mahendra (35), warga Dusun Krajan, Jarit, Candipuro, Kabupaten Lumajang diamankan petugas Unit V Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim. Joni diamankan karena kasus kepemilikan senjata pistol dan amunisi.

Hal itu terungkap saat Unit V Subdit III Jatanras, Ditreskrimum, menggelar ungkap kasus kepemilikan senjata rakitan oleh Joni mahendra di halaman gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (7/11/2018).

Dari lokasi kejadian di Lumajang, petugas berhasil menyita barang bukti anak peluru senpi rakitan jenis revolver wana silver, pistol seri 637 SNW Val 38, 34 ramset hampa, 6 selongsong peluru Cal 38 dan 13 ramset modif.

Direskrimum Polda Jatim Kombes Agung Yudha Wibowo didampingi Kasubdit Jatanras AKBP Leonard Sinambela mengatakan, pelaku membuat senjata api rakitan dengan bahan dasar air softgun dan membuat amunisi melalui beberapa bahan dasar. Di antaranya ramset, slongsongan kosong hampa dan kelengkapan lainnya.

Sedang spare part didapat untuk merakit senpi yang dibeli secara online. Keahlian untuk merakit didapat dari internet (youtube). Pelaku mulai merakit sejak awal Januari 2018 dan memasarkan senpi melalui medsos. Senpi rakitan dijual Rp 6 Juta.

Namun jika pembeli hanya memodifikasi air softgun menjadi senpi, maka pelaku memasang tarif Rp 2,8 juta. Untuk penjualan amunisi sudah dilakukan di daerah Jakarta, Cilegon dan Jabar. Penjualan senpi rakitan dilakukan pelaku di Pontianak, Bondowoso, Megelang dan Bekasi.

“Untuk sementara Polda bersama Polres Lumajang mengembangkan menjadi 6 barang bukti barang rakitan. Senjata ini untuk sementara diperjual-belikan dari teman2 di Perbakin. Untuk yang baru diharga Rp 6 juta. Kalau sudah ada softgun sendiri hanya 2,8 juta. Pelaku merupakan anggoita Perbakin dari Lumajang,” imbuh Agung.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya baru memulai bisnis ini sejak Januari, dan mempelajari cara pembutan melalui internet. “Tersangka ini belajar dari internet dan memulai dari bulan Januari,“ pungkasnya. Atas perbuatannya, tersangka Joni dijerat Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (ana/dur) 

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...