Selasa, 25 September 2018 22:58

BPBD Gresik Minta Kades Proaktif Laporkan Kekeringan

Jumat, 14 September 2018 19:05 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
BPBD Gresik Minta Kades Proaktif Laporkan Kekeringan
Petugas BPBD Gresik ketika mengisi ember dan bak yang sudah disiapkan warga di salah desa yang dilanda kekeringan. foto: SYUHUD A/BANGSAOLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Musim kemarau panjang membuat sejumlah desa di Kabupaten Gresik mengalami kekeringan kritis. Setidaknya, hingga bulan September ini ada 26 desa dan 60 dusun yang tersebar di 6 kecamatan mengalami kekeringan kritis.

Keenam kecamatan tersebut, yakni Duduksampeyan, Cerme, Balongpanggang, Benjeng, Kedamean, dan Sidayu.

Informasi ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Sagito kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (14/9/2018).

Tarso mengungkapkan jumlah desa maupun dusun yang mengalami kekeringan diperkirakan akan bertambah. Hal ini disebabkan musim kemarau diperkirakan akan berjalan lebih lama hingga bulan Oktober, bahkan November. Karena itu, Tarso meminta kepada Camat dan Kepala Desa (Kades) agar lebih proaktif melaporkan desa atau dusun di wilayah mereka yang dilanda kekeringan.

"Ini dilakukan agar kami mudah dan cepat dalam pengiriman bantuan air ke daerah terdampak," terang mantan kepala Dinas Pertanahan (DP) ini.

Tarso mengaku sejauh ini BPBD terus intens melakukan dropping air bersih ke daerah terdampak. Namun, ia mengakui dropping air tersebut tak berjalan maksimal lantaran terkendala armada. Sehingga, cakupan penyaluran air belum bisa menyeluruh ke desa/dusun terdampak.

"Kami cuma punya tiga armada truk tangki. Setiap hari rata-rata cuma 6 desa yang bisa kami droping air," ungkapnya.

Namun, Tarso menyatakan dirinya sudah melapor kepada Bupati Sambari dan DPRD terkait prediksi prediksi kemarau yang akan berjalan lebih panjang itu.

"Pada P-APBD tahun 2018 kami dapat tambahan anggaran Rp 150 juta untuk bantuan air bersih," terang salah pejabat yang digadang jadi Sekkab menggantikan Kng. Djoko Sulistiohadi ini.

Ke depannya, Tarso menambahkan, BPBD akan terus melakukan upaya agar bantuan air bersih bisa mencakup lebih banyak desa. "Saat ini BPBD tengah penjajakan kerja sama dropping air dengan pengusaha air tangkian. Selain biaya lebih murah, daerah yang mendapatkan bantuan lebih banyak karena banyaknya armada yang tersedia," pungkasnya. (hud/ian)

Suparto Wijoyo
Senin, 17 September 2018 22:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEMOKRASI sejak mulanya adalah kerumunan yang meneguhkan kekuatan tanda kuasa sedang digumpalkan. Rakyat terlibat langsung untuk mengatur penyelenggaraan negara kota (polis) yang skala kepentingan maupun wilayahnya tidak seleba...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 22 September 2018 10:49 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Minggu, 16 September 2018 18:57 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata susur sungai sekarang sudah ada di Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Destinasi wisata susur sungai bernama Wisata Tubing ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebuda...