Rabu, 30 September 2020 00:24

BPBD Gresik Minta Kades Proaktif Laporkan Kekeringan

Jumat, 14 September 2018 19:05 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
BPBD Gresik Minta Kades Proaktif Laporkan Kekeringan
Petugas BPBD Gresik ketika mengisi ember dan bak yang sudah disiapkan warga di salah desa yang dilanda kekeringan. foto: SYUHUD A/BANGSAOLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Musim kemarau panjang membuat sejumlah desa di Kabupaten Gresik mengalami kekeringan kritis. Setidaknya, hingga bulan September ini ada 26 desa dan 60 dusun yang tersebar di 6 kecamatan mengalami kekeringan kritis.

Keenam kecamatan tersebut, yakni Duduksampeyan, Cerme, Balongpanggang, Benjeng, Kedamean, dan Sidayu.

Informasi ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Sagito kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (14/9/2018).

Tarso mengungkapkan jumlah desa maupun dusun yang mengalami kekeringan diperkirakan akan bertambah. Hal ini disebabkan musim kemarau diperkirakan akan berjalan lebih lama hingga bulan Oktober, bahkan November. Karena itu, Tarso meminta kepada Camat dan Kepala Desa (Kades) agar lebih proaktif melaporkan desa atau dusun di wilayah mereka yang dilanda kekeringan.

"Ini dilakukan agar kami mudah dan cepat dalam pengiriman bantuan air ke daerah terdampak," terang mantan kepala Dinas Pertanahan (DP) ini.

Tarso mengaku sejauh ini BPBD terus intens melakukan dropping air bersih ke daerah terdampak. Namun, ia mengakui dropping air tersebut tak berjalan maksimal lantaran terkendala armada. Sehingga, cakupan penyaluran air belum bisa menyeluruh ke desa/dusun terdampak.

"Kami cuma punya tiga armada truk tangki. Setiap hari rata-rata cuma 6 desa yang bisa kami droping air," ungkapnya.

Namun, Tarso menyatakan dirinya sudah melapor kepada Bupati Sambari dan DPRD terkait prediksi prediksi kemarau yang akan berjalan lebih panjang itu.

"Pada P-APBD tahun 2018 kami dapat tambahan anggaran Rp 150 juta untuk bantuan air bersih," terang salah pejabat yang digadang jadi Sekkab menggantikan Kng. Djoko Sulistiohadi ini.

Ke depannya, Tarso menambahkan, BPBD akan terus melakukan upaya agar bantuan air bersih bisa mencakup lebih banyak desa. "Saat ini BPBD tengah penjajakan kerja sama dropping air dengan pengusaha air tangkian. Selain biaya lebih murah, daerah yang mendapatkan bantuan lebih banyak karena banyaknya armada yang tersedia," pungkasnya. (hud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Minggu, 27 September 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...