Khofifah foto bersama Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., serta seluruh mahasiwa baru.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur Periode 2019-2024 mendorong agar Universitas Airlangga bisa menjadi lokomotif revolusi industri 4.0. Dirinya menilai fakultas dan program studi Unair sudah memenuhi kualifikasi untuk bisa menjadi pendorong revolusi industri 4.0.
Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara tamu dalam penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Airlangga, Sabtu (11/8) sore.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
"Revolusi industri 4.0 butuh dilakukan, dan saya ingin pendorong lokomotifnya adalah Unair. Dari lokomotif itu maka kita punya tanggung jawab untuk bisa menjadikan Unair 500 besar kampus kelas dunia," kata Khofifah yang juga alumnus FISIP Unair ini.
Saat ini di Indonesia baru 3.0 untuk revolusi industri. Karena itu, perlu perjuangan bersama untuk menuju industri 4.0.
"Jika ini bisa diterapkan, maka bisa dipastikan bahwa ekonomi digital akan memudahkan konektivitas di antara seluruh layanan-layanan," ungkapnya.
"Kita bisa pastikan bisa monitoring seluruh program dan menyiapkan quick respons jika ada masalah. Di beberapa titik kita pastikan bahwa di situlah transparansi akan berseiring."
Menurutnya, revolusi 4.0 bagi transparansi akuntabilitas percepatan layanan sangat penting termasuk di dalamnya efisiensi dan efektivitas program.
"Karenanya fakultas dan Prodi di Airlangga ini sudah memenuhi kualifikasi untuk bisa menjadi lokomotif industri 4.0," ungkapnya memberi semangat seluruh mahasiswa. (*/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




