Selasa, 15 Oktober 2019 19:34

Pro Kontra Pelarangan Memelihara Murai Batu dan Cucak Ijo

Kamis, 09 Agustus 2018 13:23 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Pro Kontra Pelarangan Memelihara Murai Batu dan Cucak Ijo
Andik Sumarsono (dua dari kiri) saat melakukan pers release, penangkapan pemelihara satwa langka tanpa izin.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 tahun 2018 tentang Sumber Daya Hayati dan Satwa, menuai protes beberapa peternak dan pedagang burung di Pacitan. Pasalnya, dalam peraturan tersebut berisi tentang pelarangan pemeliharaan satwa burung seperti cucak rowo, cucak ijo, dan murai batu.

Larangan pemeliharaan satwa tersebut membuat resah pedagang dan peternak burung. Sebab, sampai saat ini perdagangan dan pemeliharaan ketiga burung itu masih banyak dilakukan, terutama oleh mereka para pencinta burung.

"Kami memelihara beberapa burung-burung itu sudah lama dan bahkan kami breeding. Ada yang bisa laku sampai jutaan rupiah. Kalau tiba -tiba dilarang berarti kami melanggar hukum jika terus memeliharanya. Nilai ekonomis dari burung- burung itu (cucak ijo, murai batu) sangat luar biasa. Apalagi jika indukan pernah menang lomba burung. Anak-anaknya bisa laku jutaan rupiah," kata Heri, salah seorang pedagang dan penangkar burung mania asal Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Kamis (9/8).

Di pasaran, peredaran cucak ijo dan murai batu masih cukup banyak. Sementara regulasi terkait pelarangan memelihara burung tersebut dimaksudkan karena jumlah populasi dan keberadannya sudah mulai berkurang. Sehingga perlu dijaga kelestariannya agar tidak punah.

"Peraturan ini kan baru saja disahkan. Saat ini baru masa sosialisasi. Siapa pun boleh kok memeliharanya asal mengurus surat izin. Ada ketentuan dalam peraturan tersebut, salah satunya boleh memelihara dengan syarat memiliki minimal 2 pasang, kondisi lingkungan mendukung. Jadi masih bisa memelihara," ujar Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah 2 Jawa Timur Andi Sumarsono. (yun/rd)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...