Selasa, 23 April 2019 07:58

Pro Kontra Pelarangan Memelihara Murai Batu dan Cucak Ijo

Kamis, 09 Agustus 2018 13:23 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Pro Kontra Pelarangan Memelihara Murai Batu dan Cucak Ijo
Andik Sumarsono (dua dari kiri) saat melakukan pers release, penangkapan pemelihara satwa langka tanpa izin.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Lahirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 tahun 2018 tentang Sumber Daya Hayati dan Satwa, menuai protes beberapa peternak dan pedagang burung di Pacitan. Pasalnya, dalam peraturan tersebut berisi tentang pelarangan pemeliharaan satwa burung seperti cucak rowo, cucak ijo, dan murai batu.

Larangan pemeliharaan satwa tersebut membuat resah pedagang dan peternak burung. Sebab, sampai saat ini perdagangan dan pemeliharaan ketiga burung itu masih banyak dilakukan, terutama oleh mereka para pencinta burung.

"Kami memelihara beberapa burung-burung itu sudah lama dan bahkan kami breeding. Ada yang bisa laku sampai jutaan rupiah. Kalau tiba -tiba dilarang berarti kami melanggar hukum jika terus memeliharanya. Nilai ekonomis dari burung- burung itu (cucak ijo, murai batu) sangat luar biasa. Apalagi jika indukan pernah menang lomba burung. Anak-anaknya bisa laku jutaan rupiah," kata Heri, salah seorang pedagang dan penangkar burung mania asal Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Kamis (9/8).

Di pasaran, peredaran cucak ijo dan murai batu masih cukup banyak. Sementara regulasi terkait pelarangan memelihara burung tersebut dimaksudkan karena jumlah populasi dan keberadannya sudah mulai berkurang. Sehingga perlu dijaga kelestariannya agar tidak punah.

"Peraturan ini kan baru saja disahkan. Saat ini baru masa sosialisasi. Siapa pun boleh kok memeliharanya asal mengurus surat izin. Ada ketentuan dalam peraturan tersebut, salah satunya boleh memelihara dengan syarat memiliki minimal 2 pasang, kondisi lingkungan mendukung. Jadi masih bisa memelihara," ujar Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah 2 Jawa Timur Andi Sumarsono. (yun/rd)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Izza Kustiarti
Senin, 22 April 2019 17:12 WIB
Oleh: Izza Kustiarti*Pemilu serentak 2019 merupakan pemilu perdana yang menyertakan antara pemilihan legislatif dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penyelenggaraan pemilu serentak merupakan titah dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nom...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...