Mochtar W. Oetomo, pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura. Foto : DIDI R/BANGSAONLINE
Mochtar menambahkan, Khofifah effect telah melahirkan soliditas yang luar biasa di kalangan muslimat untuk memberikan suaranya di Pilgub Jatim dan di daerah yang ada kader muslimat maju Pilgub dan Pilwali.
"Mobilisasi hingga ke daerah dan akar rumput dengan sendirinya berlaku secara alamiah, solid dan utuh di kalangan muslimat. demi membuktikan bahwa kekuatan muslimat itu solid, kokoh dan utuh yang harus dipertimbangkan oleh kekuatan politik manapun," tambahnya.
Mochtar menambahkan, soliditas dan kekuatan kader Muslimat sendiri mengalahkan kekuatan mesin partai. Sehingga, bisa sukarela memenangkan kadernya yang ikut bertarung di Pilkada serentak 2018.
"Fenomena Khofifah Effect ini telah membuktikan bahwa kedepan Muslimat bukan hanya akan menjadi entitas ormas yang menentukan tapi juga entitas politik yang layak diperhitungkan. soliditas politik muslimat telah terbukti mampu mengakahkan soliditas mesin partai atau entitas politik lainnya," tambahnya.
Mochtar memprediksi, dengan kekuatan Muslimat yang sudah teruji loyal, maka organisasi itu akan menjadi rebutan parpol menjelang Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2109.
"Dengan fenomena di Jatim ini sudah pasti ke depan muslimat akan menjelma menjadi entitas politik yang akan diperebutkan oleh setiap kekuatan politik. Dalam konteks pileg 2019 kedepan akan menjadi rebutan parpol. dan untuk pilpres akan menjadi rebutan kandidat dan timses, juga pada gelaran pilkada serentak di Jatim pada 2020 nanti," pungkasnya. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






