H. Fathul Huda
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Tuban H Fathul Huda menegaskan pihaknya tidak pernah menerima tembusan surat pernyataan pembebasan lahan untuk proyek PT Pertamina yang ditandatangani oleh Kepala Desa Remen dan Kepala Desa Mentoso dengan diketahui Camat Jenu.
"Gak ada tembusan surat terkait pembebasan lahan itu," ungkap Bupati Tuban H Fathul Huda kepada BANGSAONLINE.com, Senin (9/7).
BACA JUGA:
- Jelang Lebaran 2026, Tim Proyek EW GRR Tuban Salurkan 950 Paket Sembako untuk Warga Jenu
- Ratusan Tukang Becak Makam Sunan Bonang Demo Kantor Bupati Tuban, Protes Shuttle dan Bentor
- Mediasi Pasca Demo Insiden Kebakaran, Manajemen PT TPPI Janji Tidak Lanjuti Keluhan Warga
- Tuding Selewengkan PADes, Ratusan Warga Demo Tuntut Kades Kepohagung Mundur
"Jika ada surat sebelumnya, pasti akan ada tindaklanjuti. Akan tetapi, saya sudah memanggil Camat Jenu dan meminta penjelasan asal muasalnya. Terkait hasil nanti ya, nanti," ujarnya.
Saat ditanya terkait isu pergantian Camat Jenu, Fathul Huda mengakui bahwa dalam waktu dekat memang akan ada mutasi besar-besaran. "Tunggu saja," ujarnya.
Terkait polemik pembebasan lahan di Desa Mentoso dan Remen yang berujung demo di kantor Kecamatan Jenu, Fathul Huda mengimbau agar masyarakat menurunkan tensi dan memahami kondisi. Kendati demikian, ia tetap meminta masyarkat aktif mengawasi proyek Pertamina.
"Untuk Pertamina komitmennya juga harus ada, jangan sampai masyarakat menjadi korban. Bila perlu Pertamina harus koreksi diri," pintanya.
Diberitakan sebelumnya, Camat Jenu, Kades Mentoso, dan Kades Remen didemo warga karena dituding memalsukan surat pernyaataan pembebasan lahan untuk proyek kilang New Grass Root Refinery (NGRR) milik Rosneft-Pertamina. Dalam demo tersebut, warga meminta agar Camat Jenu, Kades Mentoso, dan Remen dicopot dari jabatannya. (gun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




