Senin, 27 Mei 2019 11:10

Khofifah-Emil Menang di Lamongan, Rekapitulasi KPU Diwarnai Penolakan

Kamis, 05 Juli 2018 21:29 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Khofifah-Emil Menang di Lamongan, Rekapitulasi KPU Diwarnai Penolakan

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lamongan menggelar pleno terbuka Rekapitulasi Pemilihan Umum Gubernur Jawa Timur 2018, Kamis (5/7). Pleno rekapitulasi yang digelar di halaman kantor KPU tersebut sempat diwarnai dengan aksi penolakan.

Aksi penolakan tersebut dilalukan oleh saksi paslon nomer urut dua Saifullah Yusuf-Puti Guntur. Mereka menilai ada permasalahan di TPS yang ada di Kecamatan Deket.

"Kami dari paslon dua mengikuti dari awal sampai akhir rekapitulasi di tingkat kabupaten ini. Ada satu kecamatan yang kami anggap masih belum selesai, bahwa ada beberapa TPS di Desa Dlanggu 2 TPS, kemudian Lukerejo 1 TPS," kata Khoirul Huda, saksi paslon nomor dua usai pleno kepada wartawan.

Dijelaskannya, di TPS tersebut saksi paslon nomor dua tidak diberikan form C1. "Jadi kami anggap hasil rekapitulasi yang diakukan oleh KPU dari tim paslon 1 masih meragukan. Karena itu, sampai saat ini kami juga belum tanda tangan," terang Khoirul.

Khoirul Huda mengaku setalah ini akan ada upaya bersama tim pemenanganya. "Setelah ini bersama tim pemenangan, baik partai koalisi maupun stakeholder yang ada di tim, kami akan mengumpukan bukti-bukti yang kami temukan dan nantinya akan menjadi bukti pendukung, bahwa apa yang kami lakukan hari ini, yaitu menolak hasil rekapitulasi ini adalah sesuatu yang benar," tegasnya.

Sementara, Ketua KPU Imam Ghozali menegaskan bahwa hasil rekapitulasi sudah final. Hasilnya, paslon nomor 1 memperoleh 346.260 suara, sedangkan paslon nomor 2 meraih jumlah suara 281.176.

Ditambahkan Ghozali, untuk jumlah surat suara sah sebanyak 627,436 dan yang tidak sah 18.847, sehingga total seluruhnya 646.283.

Terkait adanya penolakan tanda tangan dari salah satu paslon, Ghozali memastikan sudah terselesaikan. "Sudah kita jelaskan oleh ketua PPK, intinya bahwa saksi paslon dua meminta agar saksi di tingkat kecamatan itu dihadirkan. Kemudian tadi sudah dihubungi sudah disampaikan oleh ketua PPK, yang bersangkutan pula menyampaikan bahwa intinya tidak ada persoalan, tapi tidak bisa hadir," tambahnya.

"Intinya dalam proses rekapitulasi itu saksi itu tanda tangan maupun tidak tanda tangan itu pelaksanaan pleno tetap berjalan. Sudah tidak ada masalah, hari ini juga kita bawa ke KPU Provinsi, kemudian hari Sabtu dilakukan rekapitulasi di tingkat Provinsi," pungkas Ghozali. (qom/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...