Rumah Sahriya (65) janda tua yang ambruk.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Rumah Sahriya (65) janda tua yang hidup sebatang kara warga Dusun Tengah, Desa Nyalabu Daya, Kabupaten Pamekasan, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba ambruk rata dengan tanah, Selasa, (5/6)
Untungnya Sahriya pada saat rumahnya ambruk sedang keluar rumah. "Saat roboh saya sedang menunggu pedagang keliling untuk belanja keperluan memasak," tutur Sahriyah yang bingung akan tinggal di mana.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
Dirinya juga berharap bantuan dari pemerintah setempat untuk mengurangi beban hidupnya.
Menurut Hodli, tetangga korban, kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Diduga kondisi rumah sudah banyak yang rapuh. "Karena tidak ada angin dan hujan tiba-tiba rumah tersebut sudah ambruk," ungkapnya.
Sedangkan Budi Cahyono, anggota BPBD Pamekasan juga menduga kondisi rumah yang sudah tua menjadi penyebab ambruknya bangunan tersebut. "Ditaksir kerugian kurang lebih Rp 10 juta. Dan diharapkan kepala desa untuk segera membuat laporan ke bupati dengan tembusan Dinas Sosial," tutur pria berkacamata minus tersebut.
Selanjutnya anggoya BPBD bersama masyarakat sekitar membantu membersihkan puing-puing dan mendata musibah tersebut. (err/rd)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




