Suasana debat ketiga Paslon Bupati-Wabup Bangkalan. foto: FAUZI/ BANGSAONLINE
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Debat ketiga Cabup-Cawabup Bangkalan 2018 mengusung tema "Membagun Sinergitas Daerah dan Pusat". Sesuai dengan tema tersebut, masing-masing paslon diminta memaparkan ide dan strategi dalam meningkatkan sinergi dengan pemerintah pusat.
Paslon 2 Ra Imam-Ra Mundir mendapatkan kesempatan pertama. Ia memaparkan pembangunan dengan sistem bottom up, yakni dari bawah, mulai dari desa. Nantinya, tiap-tiap desa akan dialokasikan anggaran Rp 1 miliar per tahun agar dapat mengoptimalkan pembagunan dan perekonomian desa.
BACA JUGA:
- KPU Umumkan Lukman-Fauzan Sebagai Pemenang Pilbup Bangkalan 2024
- Bawaslu Bangkalan Tangani 12 Pelanggaran Pilkada 2024, Mayoritas Soal Administrasi
- Korlap Tim Pemenangan Lukman-Fauzan Minta Jangan Ada Adu Domba Usai Pilbup Bangkalan 2024
- Pilkada Bangkalan 2024: Pasangan Lukman-Fauzan Raih 60,3 Persen, Mathur-Jayus 39,7 Persen
"Kami tegaskan ke masyarakat Bangkalan untuk membangun Bangkalan 5 tahun ke depan," janjinya.
Sementara paslon nomor 3 Ra Latif-Muhni menyatakan sanggup kerja sama dan menjaga koordinasi dengan pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah pusat perlu dijaga demi mengupayakan kerja sama daerah, pembangunan yang berkelanjutan, dan pemerataan desa ke desa. "Kami akan menggerakkan santri entrepreneurship," tegasnya.
Sedangkan menurut paslon nomor urut 1 Farid Alfauzi-Sudarmawan, ada tiga faktor yang akan dibenahi untuk memperkuat sinergi daerah ke pusat, yakni politik, administratif, dan ekonomi.
"Relasi daerah dan pusat adalah pembagian kewenangan. Sebab, politik anggaran di pusat. Kami akan bangun rancangan pembagunan sesuai dengan kebutuhan yang berpihak kepentingan masyarakat. Ada banyak problem, infrastuktur, kemiskinan, maka dibutuhkan peran pemerintah pusat, karena pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBD," tukasnya. (uzi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




