Minggu, 21 Oktober 2018 14:04

RPS-PWI Tuban Soroti Oknum Wartawan "Peminta Duit"

Senin, 16 April 2018 19:39 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
RPS-PWI Tuban Soroti Oknum Wartawan "Peminta Duit"
Wartawan yang tergabung dalam RPS dan PWI Tuban saat jumpa pers dengan Humas dan Media Pemkab Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Akhir-akhir ini perkumpulan wartawan yang tergabung dalam Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) maupun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban banyak menerima aduan terkait maraknya oknum wartawan yang minta-minta uang.

Menanggapai hal itu, PWI dan RPS menyoroti serta secara tegas dengan mengutuk keras tindakan oknum wartawan yang menyalahi etika jurnalistik tersebut.

"Betul kami sudah banyak menerima aduan itu (wartawan peminta duit) baik dari kades, maupun para pekerja proyek maupun yang lainnya," kata Ketua PWI Tuban Pipit Wibawanto kepada BANGSAONLINE.com setelah menghadiri acara jumpa pers wartawan dengan Humas dan Media Pemkab Tuban, Senin (16/4).

Bahkan ia mengaku juga menerima aduan bahwa oknum wartawan tersebut menggunakan nama PWI untuk meminta-minta duit kepada kades, pekerja proyek, dan kepala sekolah maupun pada narasumber yang lain. Terkait adanya aduan tersebut, Pipit menegaskan jika tidak ada wartawan yang tergabung dalam PWI meminta-minta duit, apalagi memeras.

"Kami tegaskan, bahwa PWI Tuban tidak seperti itu. Apalagi memeras dan menakut-nakuti yang ujung-ujungnya minta duit. Jika ada oknum wartawan yang nakal atau memeras, silakan laporkan ke polisi saja," terang pria yang kini melanjutkan jenjang S2 di Unair Surabaya tersebut.

"Masyarakat harus cerdas, dan bisa membedakan mana yang benar-benar wartawan, mana yang abal-abal," ungkapnya.

Hal yang sama dilontarkan Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda. Ia mengaku pernah mendapat aduan dari pihak pemborong proyek dan pihak rumah sakit di Tuban lantaran dimintai sejumlah uang oleh oknum wartawan. Bahkan, mereka menanyakan apakah oknum wartawan itu anggota RPS.

"Sekali lagi kami tegaskan, bahwa wartawan yang tergabung dalam RPS tidak melakukan praktik seperti itu. Jika ada oknum wartawan seperti itu silakan laporkan pada pihak yang berwajib," jelas Huda.

Pria yang juga aktif di Ansor Tuban itu menyampaikan bahwa tindakan meminta uang kepada narasumber adalah bentuk pemerasan yang menyalahi kode etik jurnalistik. "Oleh sebab itu, segera melapor bila masayarakat menjadi pemerasan wartawan abal-abal yang hanya bermodalkan ID card. Bila perlu tanyakan kartu Uji Kompetensi Wartawan-nya (UKW)," sarannya.

Huda mengimbau agar ke depan masyarakat Tuban tidak tertipu dengan adanya wartawan abal-abal. "Setelah wawancara atau sejenisnya, bila meminta uang jangan dikasih. Apalagi oknum wartawan itu memeras pada narasumbernya," pungkasnya. (gun/rev)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...