STAI Al Hikmah Tuban menggelar konferensi Nasional ke III Nasional.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - STAI Al Hikmah Tuban menggelar konferensi Nasional ke III Nasional untuk Perkumpulan Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PPS PGRA) Indonesia dan Pengelola Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di salah satu hotel di Tuban, Jum'at (6/4).
Acara itu dihadiri 135 peserta perwakilan PPS PGRA Indonesia, dan para undangan insan pendidikan kampus yang berada diwilayah Tuban.
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
"Konferensi tahunan ini untuk menambah wawasan dan melahirkan inovasi pengembangan PPS PGRA Indonesia," ucap Ketua STAI Al Hikmah Tuban, Nurotun Mumtahanah, selesai acara kepada BANGSAONLINE.com.
Mumun, sapaan Nurotun Mumtahanah menjelaskan dalam konferensi yang digelar 3 hari ini, peserta dibekali wawasan pengelolaan dan pengembangan prodi PIAUD seluruh Indonesia. Kemudian, dilanjutkan rangkaian acara seminal dan diskusi pararel Nasional dengan tema faktual dan terkini mengikuti laju perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidangnya.
"Konferensi PPS PGRA pertama dilaksanakan di Lombok, NTB, Kemudian, rapat ke II di IAIN Pontianak. Alhamdulillah tahun ini kami terpilih menjadi tuan konferensi yang ke III ini," paparnya.
Konferensi ini dirangkai dengan seminar dan diskusi pararel nasional yang mengangkat tema pokok "Darurat Literasi: Problematika Pengembangan Literasi Anak Usia Dini dan Kegundahan Pendidikan di Era Digital".
Seminar ini menghadirkan pengurus IGRA pusat Jakarta, Handayani Suminar Indrati. Dilanjut, Diskusi "Darurat Literasi Mendidik Anak di Era Digital" oleh Pakar Multipple Intellegence, CEO Nextworld View, Munif Chatib.
Tidak hanya itu, seminar juga membahas "Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online" oleh Iwan Syarif. Diakhiri pembahasan kiat kiat “Menghidupkan Nilai-nilai Universal dalam Pendidikan Masyarakat di Era Digital” oleh Pendiri Nur Cholish Madjid Society, Penulis, Budhy Munawar Rachman. (ahm/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




