Selasa, 16 Juli 2019 16:10

​Komunitas Teater Kaki Langit Sabet Berbagai Penghargaan

Jumat, 02 Maret 2018 22:54 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Komunitas Teater Kaki Langit Sabet Berbagai Penghargaan
Narsis gaya teater. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Kaki Langit (Kalang) adalah komunitas teater beranggotakan mahasiswa di Surabaya, demi menggerakkan kesenian di Indonesia.

Komunitas Kaki Langit lahir pada tahun 90an yang didirikan oleh para Mahasiswa pecinta sastra di Unesa. Saat ini anggota Komunitas Kalang mayoritas berasal dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa.

“Kaki langit itu katanya, tempat bersatunya langit dan bumi ketika kita pandang dari jauh, misal kita di hamparan yang sangat luas kita dapat melihat ujung langit dan ujung bumi bersatu. Filosofinya ketika kita mempunyai pandangan terhadap sesuatu, kita harus memiliki keluasan tersebut untuk menemukan titik temu,” tutur Alief, Ketua Kalang, Jumat (02/03/2018).

Banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh komunitas ini dalam kesenian. Beberapa di antaranya pada tahun 2015 Komunitas Kaki Langit berhasil menyabet juara 1 Nasional Seni Indonesia Berkabung di ISI Yogyakarta dengan drama yang berjudul “Republik Tukang Becak” karya Tri Nanang.

Selanjutnya Pada tahun 2017 mendapatkan juara 1 atau penyaji terbaik Festival Mahasiswa Se-Jatim dengan drama “Menunggu Badai Reda” karya Yusril Ihza, yang juga anggota Kaki Langit.

Tak heran keaktifan dalam dunia teater membuat komunitas ini diundang oleh U.S Consulate General yang berada di Kota Surabaya, dengan mementaskan drama “Republik Tukang Becak” karya Tri Nanang pada Hari Sumpah Pemuda. Sering pula komunitas Kalang diundang untuk tampil dalam berbagai acara di gedung kesenian khususnya di Jawa Timur.

Beberapa karya dari Komunitas kaki langit yaitu Panggung di Atas Rel, Muktamar Para Jin, Koyakan Api, Republik Tukang Becak, Menunggu Badai Reda dan Percakapan Para Mayat. Selain aktif dalam menampilkan teater, komunitas ini juga aktif dalam menampilkan karya sastra lainnya seperti musikalisasi puisi. Saat ini komunitas Kalang sedang menggarap pentas produksinya yang ketiga.

“Untuk ke depan pinginnya menjadi wadah untuk terus belajar dan berkarya. Karena teater bukan tentang kesukaan, tetapi tentang belajar untuk menyikapi kehidupan” Ucap Yusril selaku mantan ketua Kalang. (*)

Sumber: *Dhian Bintariana
Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...