Manajemen pengelolaan sampah secara swakelola berbasis teknologi perlu diaplikasikan.foto: Yudi Eko Purnomo/ bangsaonline.com
“Permasalahan terbesar di Denpasar adalah jumlah penduduk semakin meningkat, otomatis volume sampah pun meningkat. Namun manajemen sampah yang kami terapkan dengan rata-rata penghasilan sampah besar telah mampu menekan persoalan tersebut, " ujar Sekretaris DLHK Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga.
Pengelolaan sampah berbasis teknologi ini merupakan sebuah modernisasi dari prinsip utama mengelola sampah yang benar dengan sebuah langkah nyata baru dalam pengelolaan sampah.
Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Mojokerto Gusti Patmawati meminta DLH Kota Mojokerto berharap adanya peremajaan sarana transportasi DLH. "Sudah waktunya adanya peremajaan alat transportasi DLH, karena alat transportasi kita banyak yang tua," ungkapnya.
Dengan adanya peremajaan alat maka proses pengelolaan sampah dari hilir ke hulu akan maksimal.
Ia juga berharap proses pengelolaan sampah di Kota Mojokerto makin maksimal. "Kita sudah menerapkan proses daur ulang sampah di TPS. Jadi sistem pengelolaan sampah kita berubah. Proses daur ulang tidak lagi dilakukan di TPA, karena di hulu sampah sudah tidak ada yang yang bernilai lagi karena proses pemilahan yang dalam hal ini DLH sudah membentuk bank sampah, " pungkasnya. (yep/rd)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




