Sabtu, 22 September 2018 22:53

Misteri Angpao Imlek, Warna Merah, dan Isinya

Sabtu, 17 Februari 2018 12:57 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Enes
Misteri Angpao Imlek, Warna Merah, dan Isinya

PADA saat perayaan Imlek lalu selain kue keranjang ada yang paling ditunggu yakni pembagian angpao. Angpao tersebut memiliki ciri khas yakani amplop yang bererna merah. Mengapa harus berwarna merah?

Dalam tradisi Tionghoa, angpao adalah pemberian wajib, dan yang berhak memberikan angpao biasanya orang yang telah menikah. Dalam tradisi Tionghoa, pernikahan dianggap peralihan dari anak-anak ke dewasa, dan ada anggapan bahwa orang yang telah menikah dan telah mapan secara ekonomi.

Angpao tidak hanya diberikan saat Imlek, namun juga saat acara pernikahan, ulang tahun, menempati rumah baru, dan acara pemakaman. Khusus di acara pemakaman, angpao yang diberi warna putih. Jadi, jangan salah memberi angpao ya...

Warna merah pada angpao memiliki makna kebaikan, semangat dan kesejahteraan. Jadi, bagi kamu yang menerima maupun memberi diharapkan memiliki nasib yang baik sepanjang tahun nanti.

Saat memberi angpao diharapkan untuk selalu memiliki jumlah yang genap, karena angpao ganjil hanya diberikan untuk angpao duka cita.

Hindari angpao dengan nominal angka yang dimulai angka 4. Dalam tradisi tionghoa, angka 4 artinya 'mati' dan angka sial. Nominal yang disarankan adalah mengandung angka 8 karena artinya kaya dan penuh keberuntungan.

Jika kamu sudah menikah maka wajib memberikan angpao. Siapa yang menerima angpao? Anak-anak dan orang yang dituakan.

Yang belum menikah boleh memberikan angpao asalkan kamu memberikan kepada kerabat yang lebih muda dan pastikan amplop yang kamu berikan berwarna merah.

Angpao yang diberikan saat pernikahan menunjukkan seberapa hubungan dekat pemberi dan penerima angpao. Jika hubungannya dekat maka angpao yang diberikan semakin banyak, begitu juga sebaliknya.

Sumber: vamale
Suparto Wijoyo
Senin, 17 September 2018 22:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEMOKRASI sejak mulanya adalah kerumunan yang meneguhkan kekuatan tanda kuasa sedang digumpalkan. Rakyat terlibat langsung untuk mengatur penyelenggaraan negara kota (polis) yang skala kepentingan maupun wilayahnya tidak seleba...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 22 September 2018 10:49 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Minggu, 16 September 2018 18:57 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata susur sungai sekarang sudah ada di Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Destinasi wisata susur sungai bernama Wisata Tubing ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebuda...