Rabu, 22 Agustus 2018 14:01

Pendukung Khofifah akan Laporkan Akun WA Halim Iskandar ke Polda Jatim

Jumat, 19 Januari 2018 01:26 WIB
Wartawan: M Didi Rosadi
Pendukung Khofifah akan Laporkan Akun WA Halim Iskandar ke Polda Jatim
Ainur Rofik, pendukung khofifah Indar Parawansa menunjukkan bahan yang akan dilaporkan ke unit cyber crime Polda Jatim. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ainur Rofik yang mengaku sebagai pendukung Khofifah Indar Parawansa akan melaporkan akun WhatsApp Halim Iskandar yang diduga milik Ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar ke Polda Jatim. Laporan itu akan dilakukan Jumat (19/1) nanti selepas sholat Jumat ke unit Cyber Crime.

"Bisa saya laporkan sendiri, bisa juga bersama teman-teman lain. Karena banyak juga yang merasa tersinggung dengan tindakan akun tersebut," beber pria yang akrab disapa Aan itu, Kamis (18/1).

Menurut mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Surabaya itu, sebagai simpatisan sekaligus junior Khofifah di PMII Kota Surabaya, dirinya tersinggung dengan isi pamflet tersebut.

Ia mengungkapkan akun WhatsApp dengan nomor 0811314xxx itu dilaporkan karena dugaan melakukan tindakan ujaran kebencian (Hate Speech) lewat media sosial group WhatsApp Jatim Makmur.

Advokat anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini mengaku terusik dengan kiriman gambar pamflet tentang rencana aksi Aliansi Mahasiswa DKI Jakarta terhadap Proyek KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) Pesta Para Tikus. Dalam pamflet itu ada foto Mensos RI Khofifah disertai 5 tuntutan ke KPK.

Pertama, segera periksa Menteri Sosial RI. Kedua, segera periksa Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI. Ketiga, segera menangkap PPK, Pokja ULP, terkait proyek Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tahun 2016. Keempat, segera periksa Inspektorat Jenderal Kementerian Sosial RI, dan Kelima, segera menangkap dan memeriksa Dirut PT.PI .

“Ini jelas bentuk pelanggaran yang diatur dalam Pasal 28 ayat (2) UU IT yang menyatakan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditunjukkan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama ras dan antar golongan,” ujar Aan.

Selain ke tim cyber Polda Jatim, lanjut Aan pihaknya juga berencana melaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jatim lantaran Abdul Halim Iskandar yang dimaksud adalah penyelenggara negara yaitu ketua DPRD Jatim.

“Tidak sepatutnya seorang pejabat publik mengunggah ujaran kebencian. Apalagi obyek kabar tersebut berada di Jakarta dan tidak ada kaitan dengan Jatim,” tegas Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jatim ini.

Ia berharap, seluruh tim sukses atau pendukung pasangan calon yang maju di Pilgub Jatim bisa menjaga etika dan menjaga pelaksanaan Pilgub Jatim mendatang berlangsung aman dan damai.

“Ini bentuk peringatan keras bagi seluruh tim sukses dan pendukung pasangan calon di Pilgub Jatim supaya tak mudah ngeshare kabar hoax dan ujaran kebencian,” beber Wakil Sekretaris KNPI Jatim tersebut.

Terpisah, Abdul Halim Iskandar mengakui dirinya yang mengirim pamflet itu ke grup WhatsApp Jatim Makmur. Namun Ketua DPW PKB Jawa Timur itu membantah tindakan itu untuk menjatuhkan nama baik Khofifah. Justru sebaliknya, ia berniat memberi informasi kepada anggota grup kalau pamflet itu hoax.

Sayangnya, sebelum kakak kandung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar itu menambahkan informasi hoax, gambar itu terlanjur terkirim ke grup. Menyadari kekeliruan tersebut, Halim langsung mengirim ulang gambar pamflet itu lengkap dengan keterangan kalau hoax.

"Saya ini gaptek (gagap teknologi-red), mau menginformasikan kalau pamflet itu hoax. Lah kok, terlanjur terkirim ke grup. Tapi segera saya ralat dengan mengirim ulang pamflet itu lengkap dengan keterangan hoax di bawahnya," dalihnya.

Sekedar diketahui, Halim Iskandar mengunggah gambar pamflet tersebut di group Jatim Makmur pada 14 Januari 2018 sekitar pukul 17.55 WIB. Tak ayal, 3 menit kemudian Cak Icol anggota group WA lainnya langsung komen “Wouw yang ngeshare Pak Halim”. Bahkan satu jam kemudian Aan Ainur Rofiq langsung komentar tegas “Mulai ngajak buka bukaan ya”. (mdr/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...