SURABAYA (BangsaOnline)
BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim terus memacu pencapaian penggunaan alat kontrasepsi (Alkon) suntik di Jatim sampai akhir 2014. Saat ini capaian penggunaan Alkon masih 46 persen. Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dwi Listyawardani mengatakan, pencapian target KB suntik akan dicapai tidak lama lagi. Banyak dari masyarakat khususnya Pasangan Usia Subur (PUS) di Jatim antusias dalam menggunakan KB suntik.
BACA JUGA:
- Terlambat Masuk Kantor Gara-gara Gerakan Ambil Rapor Anak ke Sekolah Ternyata ada Dispensasinya
- Puncak Acara Aksi Bangga Kencana, Kapolres Magetan Dukung Launching Sekolah Lansia Tangguh
- BKKBN Bersama Mitra Kerja Sosialisasikan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana di Jakbar
- BKKBN Bersama Mitra Kerja Gelar Sosialisasi Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana
”Sampai saat ini penggunaan KB suntik pada PUS masih dominan karena penggunaannya tidak susah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, sampai saat ini ada beberapa daerah yang dominan dalam menggunakan KB suntik seperti Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Jombang. Sebaliknya ada beberapa kota yang sedikit peminatnya yaitu Kabupaten Ngawi, Kota Blitar, Kota Probolinggo.
”Jika dilihat beberapa daerah mempunyai peminta yang tidak sama dalam penggunaan KB suntik, ada yang tinggi suntik dan ada yang tinggi MOW, MOP, IUD, Implant dan pil,” terangnya.
Dani menambahkan, ke depan dengan sisa waktu yang tersedia BKKBN akan mempercepat pencapaian KKP dengan BKKBN Pusat. Jika dinilai dari hasil evaluasi tahun lalu KKP BKKBN Jatim dengan pusat menunjukkan hasil yang memuaskan yaitu KKPnya rata-rata di atas 100 persen. ”Saya yakin tahun ini pencapaian KKP akan lebih besar dari tahun 2013,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




