Minggu, 21 Oktober 2018 14:06

Minta Pelatih Percasi Diganti, Orang Tua Atlet Catur di Pacitan Ngeluruk KONI

Kamis, 28 Desember 2017 15:25 WIB
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Minta Pelatih Percasi Diganti, Orang Tua Atlet Catur di Pacitan Ngeluruk KONI
Sejumlah orang tua atlet catur saat mendatangi kantor KONI Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah orang tua atlet sekolah catur Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Pacitan ngeluruk ke Kantor KONI setempat, Kamis (28/12).‎ Mereka hendak mengajukan surat laporan yang berisi penolakan dan keberatan terkait sistem pelatihan yang diterapkan pelatih catur. Termasuk meminta agar pelatih Percasi diganti.

Selain itu, para orang tua atlet tersebut juga meminta transparansi biaya pembinaan. Karena sejauh ini mereka merasa keberatan jika harus membayar biaya operasional atlet yang ikut kejuaraan di luar daerah. 

"‎Kami meminta KONI mau memfasilitasi kami agar pelatih Percasi diganti. Sebab, sering meminta uang untuk biaya pengiriman atlet yang ikut kompetisi. Selain itu uang pembinaan atlet yang menang kompetisi juga tidak pernah diberikan kepada atlet yang bersangkutan," tutur salah satu dari orang tua atlet catur yang meminta tidak disebutkan namanya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris KONI Pacitan Heri Praptono merasa berterima kasih atas laporan tertulis yang diberikan orang tua.

"‎Kami menerima dengan terbuka surat laporan ini. Selanjutnya kami pun tidak akan sepihak dalam menyelesaikan masalah. Akan kami kofirmasi semua pihak yang ada di Percasi dan harapannya semua bisa duduk bersama," ujar Heri pada pewarta.

Di tempat terpisah, pelatih sekolah catur Percasi Pacitan Resi Aji, saat dikonfirmasi menegaskan justru dirinya yang selama ini banyak dirugikan.

"Saya sudah mendidik dan membuat pintar anak mereka, tapi malah dituduh yang tidak jelas. Saya ada saksi, anak-anak sendiri yang menerima uang pembinaan. Kok katanya tidak dikasih. Saya sudah latih mereka tanpa dibayar, malah dilaporkan. Saya bisa tuntut balik mereka," ancamnya.

Polemik masalah orang tua atlet dan pelatih catur ini sudah berlangsung kurun waktu satu tahun terakhir. Pihak Percasi sendiri sudah pernah mengumpulkan orang tua atlet tersebut, namun usaha itu menemui jalan buntu hingga akhirnya mereka membuat surat tertulis yang ditujukan kepada Ketua KONI‎. (pct1/yun/rev)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...