Sabtu, 21 Juli 2018 11:01

Minta Pelatih Percasi Diganti, Orang Tua Atlet Catur di Pacitan Ngeluruk KONI

Kamis, 28 Desember 2017 15:25 WIB
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Minta Pelatih Percasi Diganti, Orang Tua Atlet Catur di Pacitan Ngeluruk KONI
Sejumlah orang tua atlet catur saat mendatangi kantor KONI Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah orang tua atlet sekolah catur Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Pacitan ngeluruk ke Kantor KONI setempat, Kamis (28/12).‎ Mereka hendak mengajukan surat laporan yang berisi penolakan dan keberatan terkait sistem pelatihan yang diterapkan pelatih catur. Termasuk meminta agar pelatih Percasi diganti.

Selain itu, para orang tua atlet tersebut juga meminta transparansi biaya pembinaan. Karena sejauh ini mereka merasa keberatan jika harus membayar biaya operasional atlet yang ikut kejuaraan di luar daerah. 

"‎Kami meminta KONI mau memfasilitasi kami agar pelatih Percasi diganti. Sebab, sering meminta uang untuk biaya pengiriman atlet yang ikut kompetisi. Selain itu uang pembinaan atlet yang menang kompetisi juga tidak pernah diberikan kepada atlet yang bersangkutan," tutur salah satu dari orang tua atlet catur yang meminta tidak disebutkan namanya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris KONI Pacitan Heri Praptono merasa berterima kasih atas laporan tertulis yang diberikan orang tua.

"‎Kami menerima dengan terbuka surat laporan ini. Selanjutnya kami pun tidak akan sepihak dalam menyelesaikan masalah. Akan kami kofirmasi semua pihak yang ada di Percasi dan harapannya semua bisa duduk bersama," ujar Heri pada pewarta.

Di tempat terpisah, pelatih sekolah catur Percasi Pacitan Resi Aji, saat dikonfirmasi menegaskan justru dirinya yang selama ini banyak dirugikan.

"Saya sudah mendidik dan membuat pintar anak mereka, tapi malah dituduh yang tidak jelas. Saya ada saksi, anak-anak sendiri yang menerima uang pembinaan. Kok katanya tidak dikasih. Saya sudah latih mereka tanpa dibayar, malah dilaporkan. Saya bisa tuntut balik mereka," ancamnya.

Polemik masalah orang tua atlet dan pelatih catur ini sudah berlangsung kurun waktu satu tahun terakhir. Pihak Percasi sendiri sudah pernah mengumpulkan orang tua atlet tersebut, namun usaha itu menemui jalan buntu hingga akhirnya mereka membuat surat tertulis yang ditujukan kepada Ketua KONI‎. (pct1/yun/rev)

Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 18 Juli 2018 16:49 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo* KABAR pating semliwer memenuhi angkasa dan terhelat dalam belantara bumi nusantara. Para petinggi dan penglamun kekuasaan sedang merancang skenario untuk dapat bertahan, tidak hendak beringsut, tak rela bergeser, apalagi l...
Selasa, 03 Juli 2018 04:36 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Fa-idzaa jaa-a wa’du uulaahumaa ba’atsnaa ‘alaykum ‘ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaala alddiyaari wakaana wa’dan maf’uulaan (5).Teks ayat kaji ini jelas sekali, beta...
Sabtu, 21 Juli 2018 10:50 WIB
Assalamualaikum ustaz. Saya mau tanya, saya sudah dilamar bulan Februari lalu. Tapi, sampai bulan Juli ini sya belum dinikahkan juga dengan pria yang melamar saya tersebut. Padahal saya sangat ingin dinikahkan sesegera mungkin setelah khitbah. Pih...
Senin, 16 Juli 2018 20:00 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus berbenah. Beberapa fasilitas penunjang di kawasan obyek wisata pantai tersebut dirombak dan ditambah guna meningkatkan day...