Kamis, 26 April 2018 11:02

Minta Pelatih Percasi Diganti, Orang Tua Atlet Catur di Pacitan Ngeluruk KONI

Kamis, 28 Desember 2017 15:25 WIB
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Minta Pelatih Percasi Diganti, Orang Tua Atlet Catur di Pacitan Ngeluruk KONI
Sejumlah orang tua atlet catur saat mendatangi kantor KONI Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah orang tua atlet sekolah catur Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Pacitan ngeluruk ke Kantor KONI setempat, Kamis (28/12).‎ Mereka hendak mengajukan surat laporan yang berisi penolakan dan keberatan terkait sistem pelatihan yang diterapkan pelatih catur. Termasuk meminta agar pelatih Percasi diganti.

Selain itu, para orang tua atlet tersebut juga meminta transparansi biaya pembinaan. Karena sejauh ini mereka merasa keberatan jika harus membayar biaya operasional atlet yang ikut kejuaraan di luar daerah. 

"‎Kami meminta KONI mau memfasilitasi kami agar pelatih Percasi diganti. Sebab, sering meminta uang untuk biaya pengiriman atlet yang ikut kompetisi. Selain itu uang pembinaan atlet yang menang kompetisi juga tidak pernah diberikan kepada atlet yang bersangkutan," tutur salah satu dari orang tua atlet catur yang meminta tidak disebutkan namanya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris KONI Pacitan Heri Praptono merasa berterima kasih atas laporan tertulis yang diberikan orang tua.

"‎Kami menerima dengan terbuka surat laporan ini. Selanjutnya kami pun tidak akan sepihak dalam menyelesaikan masalah. Akan kami kofirmasi semua pihak yang ada di Percasi dan harapannya semua bisa duduk bersama," ujar Heri pada pewarta.

Di tempat terpisah, pelatih sekolah catur Percasi Pacitan Resi Aji, saat dikonfirmasi menegaskan justru dirinya yang selama ini banyak dirugikan.

"Saya sudah mendidik dan membuat pintar anak mereka, tapi malah dituduh yang tidak jelas. Saya ada saksi, anak-anak sendiri yang menerima uang pembinaan. Kok katanya tidak dikasih. Saya sudah latih mereka tanpa dibayar, malah dilaporkan. Saya bisa tuntut balik mereka," ancamnya.

Polemik masalah orang tua atlet dan pelatih catur ini sudah berlangsung kurun waktu satu tahun terakhir. Pihak Percasi sendiri sudah pernah mengumpulkan orang tua atlet tersebut, namun usaha itu menemui jalan buntu hingga akhirnya mereka membuat surat tertulis yang ditujukan kepada Ketua KONI‎. (pct1/yun/rev)

Rabu, 25 April 2018 00:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA terus diselenggarakan dan saya selalu membanding di kala bertandang di banyak negara Asia, Eropa maupun Timur Tengah. Pergantian kepala daerah memang banyak mengeluarkan ongkos dan perubahan di mana-mana terus dikamp...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...