Kamis, 26 April 2018 10:57

Besok, Trio Menteri Kabinet Gus Dur Hadiri Haul di Tebuireng

Rabu, 27 Desember 2017 16:23 WIB
Wartawan: Romza
Besok, Trio Menteri Kabinet Gus Dur Hadiri Haul di Tebuireng

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Peringatan wafatnya KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan kembali digelar oleh Pesantren Tebuireng, Jombang. Agenda haul yang bertepatan dengan sewindu wafatnya Presiden Republik Indonesia ke-4 itu akan digelar Kamis, 28 Desember 2017.

Ketua Panitia Haul ke-8 Gus Dur, Iskandar menuturkan, haul kali ini menjadi istimewa karena akan dihadiri tiga mantan menteri Kabinet Persatuan Nasional yang dipimpin oleh Gus Dur. Mereka adalah Mahfud MD (Menteri Pertahanan), Rizal Ramli (Menko Ekuin), dan Khofifah Indar Parawansa (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan/Kepala BKKBN).

"Ketiga mantan menteri Kabinet Gus Dur itu sudah mengonfirmasikan kehadiran mereka. Dan ketiganya akan memberikan testimoni selama mendampingi salah satu cucu Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari tersebut," ungkap Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng itu.

Dia mengungkapkan bahwa persiapan acara haul sudah mencapai 90 persen. Diperkirakan, jamaah yang hadir bakal melebihi 10 ribu orang. "Rangkaian acara dimulai dengan agenda Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) yang berlangsung nanti (Rabu, red) malam," ujar Iskandar.

"Kamis pagi, acara dilanjutkan Khotmul Quran hingga siang hari. Lalu siang hingga sore diisi oleh pementasan jamaah Seribu Rebana yang dipimpin KH Nurhadi alias Mbah Bolong. Puncak acara haul diisi dengan tahlil dan pengajian umum," imbuh pria kelahiran Jakarta itu.

Keistimewaan lain haul yang akan disiarkan secara langsung BBS TV kali ini, imbuh Iskandar, adalah terlaksananya amanat Gus Dur terkait prasasti makamnya. "Prasasti tersebut telah diresmikan oleh Ibu Sinta Nuriyah (istri Gus Dur) bersama keluarga pada 9 September 2017 lalu," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, sebelum wafat, Gus Dur pernah berpesan melalui Khofifah Indar Parawansa agar di makamnya diberi tulisan "Di Sini Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan". Amanat tersebut baru bisa diwujudkan oleh keluarga setelah hampir sewindu Gus Dur wafat dan dimakamkan di Pesantren Tebuireng Jombang.

Menurut Zannuba Arifah Chafsoh, putri kedua Gus Dur yang akrab disapa Yenny Wahid, tulisan dalam prasasti tersebut sengaja dibuat dalam empat bahasa. Yaitu, Bahasa Indonesia, Arab, Inggris dan China. "Itu untuk menggambarkan universalitas sosok Gus Dur," ungkapnya kepada wartawan usai peresmian prasasti tersebut, awal September lalu.

Gambaran universalitas sosok Gus Dur juga tercermin dari pilihan batu yang menjadi bahan prasasti tersebut. Sebab, prasasti berukuran 115 x 60 cm setinggi 45 cm itu tersusun dari tiga batu yang mewakili tiga peradaban dan telah berusia jutaan tahun.

Batu besarnya adalah Verde Patricia, marmer hijau yang berasal dari India. Di tengahnya terdapat onyx hijau yang berasal dari Persia. Sedangkan tulisan yang berisi pesan Gus Dur dalam empat bahasa dipasang di Statuario, batu marmer dari Italia. (rom)

Rabu, 25 April 2018 00:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA terus diselenggarakan dan saya selalu membanding di kala bertandang di banyak negara Asia, Eropa maupun Timur Tengah. Pergantian kepala daerah memang banyak mengeluarkan ongkos dan perubahan di mana-mana terus dikamp...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...