Peringatan HSN di MAG. foto: syuhud/ bangsaonline
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ribuan santri memadati Masjid Agung Gresik Malik Ibrahim, Selasa (8/11) malam kemarin. Bersama para pejabat dan kiai, mereka hadir untuk mengikuti pengajian dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN).
Tampak hadir dalam kegiatan ini, Katib PWNU Jatim Safrudin Syarif, Rois Syuriah PCNU Gresik KH. Mahfud Ma'sum, Ketua Tanfidziyah KH. M. Khusnan Ali, Mustasyar KH. Robbach Ma'sum, KH. Afif Ma'sum, Wabup Moh. Qosim, dan Wakil Ketua DPRD Moh. Syafi'.
BACA JUGA:
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
- Buron hingga ke Malang, Pelaku Pembacokan di Menganti Akhirnya Diringkus Polisi
Menurut KH. M. Khusnan Ali dalam sambutannya, HSN yang jatuh pada 22 Oktober merupakan penghargaan negara terhadap kiprah santri dalam merebut kemerdekaan RI. Untuk itu, dia mengajak kaum santri kompak dan bersatu menjaga keutuhan NKRI.
"Kalau santri masih ada, kompak, jangan coba-coba mengganggu, mengacak-acak NKRI," jelas dia.
Sementara Wabup Moh. Qosim menyatakan bahwa selama ini Pemkab Gresik memberikan perhatian besar terhadap hari santri. Salah satu bentuknya, yakni pada 17 November nanti akan diadakan apel akbar (besar) di halaman kantor Pemkab.
"Pak Bupati menginstruksikan semua ASN agar ikut dengan busana muslim. Pak Bupati yang menjadi inspektur langsung," kata Wabup.
Senada dikatakan KH Safrudin Syarif. Menurutnya, hari santri yang telah ditetapkan pada tanggal 22 Oktober merupakan bukti bahwa pemerintah mengakui keberadaan santri sebagai bagian dari pejuang saat memperebutkan kemerdekaan.
"Untuk itu, saya meminta agar santri harus bisa mengisi kemerdekaan yang telah direbut dengan susah payah, dan penuh pengorbanan," pungkasnya. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






