Kamis, 21 Juni 2018 19:12

Siraman Waranggono di Tuban Sebagai Regenerasi Seni Karawitan

Rabu, 01 November 2017 20:04 WIB
Wartawan: Gunawan Wihandono
Siraman Waranggono di Tuban Sebagai Regenerasi Seni Karawitan
Prosesi Siraman Waranggono di wisata pemandian Bektiharjo, Semanding.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pemandian Bektiharjo, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban tampak berbeda dari hari biasanya, Rabu (1/11) siang tadi. Masyarakat tampak memadati tempat wisata tersebut. Ternyata, masyarakat sengaja datang karena ada gelaran ritual Siraman Waranggono.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemudan dan Olahraga (Disparbudpora) setempat, Sulistiyadi mengatakan, Siraman Waranggono merupakan bekal dasar bagi seniman langen tayub tentang bagaimana pendidikan adab dan sopan santun sebagai Waranggono.

“Sebanyak 85 Waranggono, 65 pramugari, dan 47 pimpinan karawitan dari seluruh Kabupaten Tuban mengikuti wisuda Waranggono ini. Setelah ini para Waranggono diharapkan siap menghibur masyarakat melalui hiburan langen tayub yang sudah dikenal secara Nasional,” ujar Didit sapaan akrab Sulistyadi, seusai prosesi siraman, Rabu (1/11).

Wakil Bupati pun Noor Nahar Hussein turut mengikuti prosesi tersebut. Ia mengatakan kegiatan semacam ini penting untuk melestarikan budaya asli Jawa yang ada di kabupaten Tuban. “Kita memiliki kewajiban untuk terus melestarikan budaya peninggalan sejarah,” katanya.

Salah satu peserta siraman, Anita Fitria Erawati asal Desa Wangi, Kecamatan Jatirogo mengaku telah menggeluti kesenian asli Tuban ini sejak masih duduk di bangku SMP. Kecintaannya pada seni karawitan turun dari darah sang ibu, Mbarsih, yang berprofesi sebagai Waranggono senior.

“Ada rasa bangga dapat menjadi bagian dari seniman di Tuban. Selain karena cinta juga sekaligus melestarikan budaya asli daerah,” ucap dara dua puluh tahun itu.

Ia mengaku sudah dua tahun terakhir getol menimba ilmu Waranggono. Hal ini membuatnya lebih terpacu untuk terus mendedikasikan dirinya pada seni karawitan.

Bahkan dunia seni telah membuatnya malang melintang ke berbagai daerah, di antaranya, Kabupaten Rembang, Bojonegoro, dan Lamongan. ”Saya berharap selepas wisuda ini dapat meningkatkan ilmu yang telah dipelajari dan siap menghibur masyarakat,” pungkas alumnus SMKN 8 Surakarta tersebut. (gun/rev)

Rabu, 20 Juni 2018 03:21 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*UNGKAP syukur terekspresikan penuh hikmat kebijaksanaan dalam merayakan Hari Kemenangan, Idul Fitri, 1 Syawal 1439 H. Alhamdulillah saya diberi kemampuan oleh-Nya untuk melintas, menjelajah, menempuh kembali jalan-jalan kampung d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Kamis, 21 Juni 2018 01:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 20 Juni 2018 22:03 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Jumiang yang terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, mulai diserbu pengunjung pada liburan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Rabu (20/6).Bahkan ratusan pengunjung terliha...