Senin, 21 Agustus 2017 07:43

Mengunjungi Agroekowisata Buncob Petrokimia, Bisa Petik Langsung Melon dan Sayur-mayur

Senin, 24 Juli 2017 09:56 WIB
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Mengunjungi Agroekowisata Buncob Petrokimia, Bisa Petik Langsung Melon dan Sayur-mayur
Masyarakat saat memetik sayur segar di Buncob PG. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK ,BANGSAONLINE.com - Ribuan masyarakat Gresik berduyun-duyun datang ke kebun percobaan (Buncop) milik PT Petrokimia Gresik (PG) di Jalan Notoprayitno, Kebomas selama PAE (Petro Agrifood Expo) Jumat-Minggu (20-23/7/2017).

Mereka datang sejak pagi karena ingin memetik buah, dan sayuran yang masih segar. Setiap tahunnya, bersamaan dengan kegiatan Petro Agrifood Expo (PAE) 2017, Buncob menjadi edukasi wisata masyarakat Gresik. Para pengunjung bisa melihat secara langsung dari dekat keanekaragaman buah serta sayur-sayuran seperti di daerah pegunungan. Dengan mengambil tema 'Petik Bersama Melon dan Sayuran', masyarakat yang datang sebagian besar dari kalangan keluarga.

Salah satunya adalah Yuliati Rochmah (41), warga asal Perumahan Giri Asri blok H/10 Gresik. Ia mengaku datang bersama suami serta mertuanya karena ingin bisa memetik buah melon dan sayuran segar di areal perkebunan Buncob.

"Ini bisa dijadikan edukasi wisata murah beserta keluarga. Sebab, di Gresik sangat jarang ada wisata seperti ini," ujarnya, Minggu (23/07/2017)

Hal senada juga dikemukakan oleh Nia Kusumawardhani (12), seorang pelajar SMP warga Jalan Wahidin Sudirohusodo yang mengaku datang bersama temannya. "Sangat seru sekali karena bisa memetik sendiri. Ini berbeda kalau beli di pasar. Di Buncob lebih fresh dan cocok buat wisata," katanya.

Selain bisa memetik dari kebunnya langsung, buah dan sayuran yang ada di Buncob juga relatif murah. Untuk buah melon, per kilonya hanya dihargai Rp 10 ribu. Sedangkan sayur-mayur dijual dengan harga Rp 2 hingga 3 ribu per kilonya.

Direktur Teknik & Pengembangan (Dirtekbang) PT Petrokima Gresik, Arif Fauzan menuturkan, awalnya Buncob dikonsep untuk riset bagaimana mengaplikasikan pupuk tepat guna. Namun, seiring berjalannya waktu, Buncob bukan hanya sebagai sarana riset saja. Sebab, setiap ada kegiatan PAE malah menjadi sarana edukasi wisata keluarga.

"Tujuan Buncob dibuka untuk umum tidak lain untuk merangsang generasi muda. Bahwa, bertani merupakan bagian industri yang bisa dikembangkan asal dilakukan pembibitan dan pemupukan yang baik," paparnya.

"Gresik ini kan daerah tandus, tapi kami bisa mengaplikasikan melalui Buncob. Asal itu tadi, pemupukannya benar dan sesuai. Jadi jangan dilihat daerah pegunungan saja yang bisa ditanami buah, dan sayuran," jelasnya.

"Buncob ini bertujuan bagaimana merangsang masyarakat perkotaan masuk ke pertanian. Meski dengan lahan yang sempit bisa diperdayakan dengan tanaman hidroponik yang mutu dan kualitasnya tidak kalah dengan tanaman atau buah di areal perkebunan," pungkasnya. (hud/rev)

Minggu, 20 Agustus 2017 00:29 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   Jika pada cara al-hikmah, Rasulullah SAW lebih berorientasi pada dakwah bi al-hal atau perbuatan nyata sebagai jawaban, percontohan atau pembelajaran, sedangkan cara jidal (diskusi) lebih pada arg...
Sabtu, 19 Agustus 2017 17:11 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 15 Agustus 2017 11:55 WIB
MIAMI, BANGSAONLINE.com - Katie Price menuai kecaman karena dinilai melanggar hukum akibat aksinya telanjang di tempat umum. Saat itu ia tampil tanpa sehelai benang pun untuk pengambilan foto seksi di Miami Beach. Dia melakukan ini untuk pengambila...