Minggu, 21 April 2019 16:02

Goa Sriti Wonosalam, Destinasi Wisata Baru di Jombang yang Dikelola Warga

Jumat, 14 Juli 2017 10:25 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Romza
Goa Sriti Wonosalam, Destinasi Wisata Baru di Jombang yang Dikelola Warga
Pengunjung foto selfie di dalam goa sriti. foto: ROMZA/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Keberadaan destinasi wisata di Kabupaten Jombang terus bertambah. Meski sudah banyak lokasi wisata yang sebelumnya ditemukan, kini keberadaan Goa Sriti di Dusun Sidolegi, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam menambah tempat rekreasi baru bagi masyarakat luas.

Goa yang baru dibuka masyarakat setempat itu, semula tidak ada jalan menuju lokasi. Kondisi mulut goa tertutup rerumputan dan akar pepohonan. Setelah dibuat jalan setapak bertangga, goa tersebut kini menjadi destinasi wisata baru yang banyak dikunjungi masyarakat.

Goa yang baru ditemukan warga, berada di lembah pegunungan Anjasmoro. Untuk mencapai goa, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 20 menit dari lokasi parkir kendaraan. Dalam perjalanan menuju goa, wisatawan bisa menikmati keindahan alam pegunungan. Bahkan bisa melihat aliran sungai jernih dari jalan tersebut.

“Ini murni warga sekitar yang memiliki inisiatif untuk mengelolanya. Kami yang membuat jalan setapak menuju lokasi goa. Kemudian kami juga bangun tempat-tempat selfie untuk pengunjung di pohon. Ada tempat duduk untuk santai menikmati suasana pegunungan,” ujar Dadang Hariyanto, salah satu pemandu wisatawan yang juga warga setempat, Jumat (14/7).

Ia menjelaskan, goa yang cukup besar ini memiliki ruang-ruang yang kedalamannya belum pernah dijamah manusia.

“Dinamakan goa sriti karena banyak terdapat sarang burung sriti di dalam goa. Selain itu, ada dua ruang khusus untuk semedi di dalam goa ini. Itu ada bekas pembakaran dupa dan kemenyan,” jelas Dadang sembari menunjukkan ruang semedi di dalam goa.

Wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata goa sriti tidak dipungut biaya. Hanya saja, pengunjung harus membayar jasa parkir Rp 5000 untuk kendaraan.

“Kalau ke depannya semakin banyak pengunjung, kami khawatir akan diambil alih pemerintah. Padahal ini murni hasil karya dan inisiatif warga tanpa dukungan pemerintah,” tandas Dadang. (rom/ns)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesung...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...