Kamis, 19 Oktober 2017 06:48

Goa Sriti Wonosalam, Destinasi Wisata Baru di Jombang yang Dikelola Warga

Jumat, 14 Juli 2017 10:25 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Romza
Goa Sriti Wonosalam, Destinasi Wisata Baru di Jombang yang Dikelola Warga
Pengunjung foto selfie di dalam goa sriti. foto: ROMZA/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Keberadaan destinasi wisata di Kabupaten Jombang terus bertambah. Meski sudah banyak lokasi wisata yang sebelumnya ditemukan, kini keberadaan Goa Sriti di Dusun Sidolegi, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam menambah tempat rekreasi baru bagi masyarakat luas.

Goa yang baru dibuka masyarakat setempat itu, semula tidak ada jalan menuju lokasi. Kondisi mulut goa tertutup rerumputan dan akar pepohonan. Setelah dibuat jalan setapak bertangga, goa tersebut kini menjadi destinasi wisata baru yang banyak dikunjungi masyarakat.

Goa yang baru ditemukan warga, berada di lembah pegunungan Anjasmoro. Untuk mencapai goa, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 20 menit dari lokasi parkir kendaraan. Dalam perjalanan menuju goa, wisatawan bisa menikmati keindahan alam pegunungan. Bahkan bisa melihat aliran sungai jernih dari jalan tersebut.

“Ini murni warga sekitar yang memiliki inisiatif untuk mengelolanya. Kami yang membuat jalan setapak menuju lokasi goa. Kemudian kami juga bangun tempat-tempat selfie untuk pengunjung di pohon. Ada tempat duduk untuk santai menikmati suasana pegunungan,” ujar Dadang Hariyanto, salah satu pemandu wisatawan yang juga warga setempat, Jumat (14/7).

Ia menjelaskan, goa yang cukup besar ini memiliki ruang-ruang yang kedalamannya belum pernah dijamah manusia.

“Dinamakan goa sriti karena banyak terdapat sarang burung sriti di dalam goa. Selain itu, ada dua ruang khusus untuk semedi di dalam goa ini. Itu ada bekas pembakaran dupa dan kemenyan,” jelas Dadang sembari menunjukkan ruang semedi di dalam goa.

Wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata goa sriti tidak dipungut biaya. Hanya saja, pengunjung harus membayar jasa parkir Rp 5000 untuk kendaraan.

“Kalau ke depannya semakin banyak pengunjung, kami khawatir akan diambil alih pemerintah. Padahal ini murni hasil karya dan inisiatif warga tanpa dukungan pemerintah,” tandas Dadang. (rom/ns)

Esais, Akademisi Fakultas Hukum, & Koordinator Magister Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasar
Pendar Cahaya Sumamburat
Oleh: Suparto Wijoyo
Rabu, 18 Oktober 2017 18:43 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo. . .             HARI-hari ini Jawa Timur menorehkan geliat mengaduk semangat menjemput mandat pemegang kuasa yang kini sedang ditimang dapat tinggal di Gedung Negara Grahadi. Pilgub Jatim mengg...
Jumat, 13 Oktober 2017 13:51 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1).Nama surah ...
Minggu, 24 September 2017 04:49 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 20 September 2017 12:08 WIB
VANCOUVER, BANGSAONLINE.com - Penyanyi pop muslim Mozhdah Jamalzadah membuat kegaduhan warganet dengan memosting foto selfie dengan latar belakang monitor yang menggambarkan adegan film bokep.Dia pun langsung dikutuk oleh fansnya. Mereka sang...