Sebab, katanya, keputusan mengusung bakal Cagub Jatim menjadi kewenangan DPP. "Kita masih menunggu petunjuk dari DPP yang masih melakukan survei dan sebagainya dengan batasan (penjaringan bakal calon) sampai Agustus," katanya.
Golkar, tambah Nyono, juga tidak terburu-buru dalam mengusung bakal calon, "Tidak terburu-buru karena yang didukung Golkar calon yang menang."
Ditanya apakah tidak takut ketinggalan parpol lain yang justru terlihat terburu-buru? "Hehehe.. Golkar mengusung calon yang menang," katanya.
Dia menambahkan, kehadirannya bersama MKP ke kediaman Khofifah juga tidak direncanakan. "Kebetulan saja bareng, tadi kami kan juga diundang Pak Ketua DPR (Setnov) untuk buka puasa bersama," ujarnya.
Sementara MKP tidak banyak komentar. Hanya saja dia menegaskan dirinya siap 'bertarung'. "Kalau saya pokoknya siap tarung tok ae," katanya tanpa basa-basi.
Ketika dipertegas apakah kehadirannya untuk mendukung Khofifah di Pilgub Jatim 2018? "Lho iya, saya siap tarung tok," tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




