Warga Desa Palengaan Laok bisa menuruni tangga embung, karena tak bisa menampung air hujan. foto: ERRI SUGIANTO/ BANGSAONLINE
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Embung di Desa Palengaan Laok Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan yang dibangun tahun 2013, sampai saat ini tidak bisa menampung air hujan. Diduga karena bocor.
Pembuatan Embung yang sejatinya untuk menampung air hujan dan bisa digunakan saat musim kemarau, ternyata tidak bisa menyimpan air. Muncul dugaan, pembuatannya asal-asalan sehingga banyak yang bocor.
BACA JUGA:
- Mahfud MD dalam Haul Kiai Agung Rabah Pamekasan: Semoga Berkontribusi terhadap Kemajuan Indonesia
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Tegaskan Peran Indonesia Jaga Perdamaian Dunia
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
"Dari selesai dibuat sampai saat ini, embung ini tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Palengaan laok," ujar Achmad Rosidi, salah satu warga yang kesal terhadap pembangunan embung yang asal-asalan.
Kepala Desa Palengaan Laok M Said mengatakan pihaknya sudah melaporkan hal ini kepada BBWS Brantas. "Tetapi sampai saat ini tidak ada perbaikan, sehingga embung tidak ada manfaat bagi masyarakat kami," ujarnya.
"Kalau tidak ada perhatian dan perbaikan, lebih baik embung ini kami jadikan pembuangan sampah di desa kami, agar sampah di desa ada tempat pembuangannya," ancam kepala desa dua periode ini.
Sekadar informasi, pembangunan embung ini dilaksanakan PT Kharisma Bina Kontruksi dengan dana anggaran tahun 2013 dengan luas 1,2 hektare. (err/ros)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




