Masjid Jamik Sumenep yang direncanakan akan dibangun payung elektrik.
"Target utama kami bagaimana Sumenep ke depan ada perubahan. Semoga saja kehadiran empat payung elektrik upaya kita bersama untuk merubah Sumenep ke arah lebih baik tercapai," tegasnya.
Sementara Arsitektur bangunan masjid jamik, secara garis besar banyak dipengaruhi unsur kebudayaan Tiongkok, Eropa, Jawa, dan Madura. Untuk corak nuansa kebudayaan Tiongkok, salah satunya nampak pada pintu gerbang dan pintu masuk utama masjid. Untuk Bangunan utama masjid secara keseluruhan terpengaruh budaya Jawa. Sedangkan pada bagian atapnya memakai budaya Madura, hingga pewarnaan pintu utama dan jendela masjid. Sedangkan interior masjid lebih cenderung bernuansa kebudayaan Tiongkok pada bagian mihrab.
Masjid Jamik Sumenep memiliki 10 jendela dan 9 pintu besar yang dihiasi ukiran. Sementara di dalam masjid terdapat 13 pilar yang begitu besar yang mengartikan rukun solat. Bagian luar terdapat 20 pilar serta memiliki 2 tempat khotbah. Di atas tempat khotbah dikabarkan terdapat sebuah pedang yang berasal dari Irak. Sehingga sangat layak masjid Nabawi dijadikan referensi pembangunan empat payung elektrik itu.
Terpisah, anggota Komisi III DPRD Sumenep, Moh Ramzi mendukung rencana tersebut. Hanya saja dirinya sebagai wakil rakyat meminta semua elemen proaktif dalam melakukan pengawasan.
Sebab, Politisi Hanura itu tidak menginginkan rencana yang diprediksi menghabiskan belasan miliar itu hanya dijadikan bancakan sebagai alat untuk mempertebal kantong pribadi. "Kami juga akan melakukan pengawasan nanti," janjinya.
Bahkan, legislator muda asal Kecamatan Pragaan itu meminta kepada masyarakat apabila menemukan adanya kejanggalan yang mengarah kepada pelanggaran hukum, agar dilaporkan kepada penegak hukum.
"Kalau memang ada bukti konkret ada penyimpangan, laporkan saja. Pasti kami mensupport," tegasnya. (jun/fai/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




