Minggu, 29 Maret 2020 06:22

Merasa Tak Diorangkan oleh Partai NasDem, Gus Syaif Mundur dari Ketua Wantim

Kamis, 12 Januari 2017 01:01 WIB
Merasa Tak Diorangkan oleh Partai NasDem, Gus Syaif Mundur dari Ketua Wantim
Gus Syaif. foto: suarajatimpost

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Merasa tak diorangkan dalam partainya, Ayyub Syaiful Rizal alias Gus Syaif, mundur dari partai Nadem. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ash Sidiqi Putri di Jalah KH Sidiq Jember itu, sebelumnya sebagai ketua dewan pertimbangan daerah. Namun dengan kapasitasnya itu, Gus Syaif merasa tidak dilibatkan dalam keputusan DPD Partai Nasdem Jember, dan memilih mundur, Rabu (11/1).

Sebenarnya, Gus Syaif sudah bergabung di partai Nasdem sejak masih berbentuk Ormas. Jabatanya; Ketua Dewan Pertimbangan Partai. Namun dirinya menganggap tidak pantas untuk jabatan itu.

"Yang sangat saya sesali dalam partai ini, setiap ada rekrutmen pengurus seharusnya saya diajak bicara dan juga dilibatkan. Tetapi ini tidak. Terus untuk apa saya ada di sini? Artinya, Partai sudah tidak membutuhkan saya lagi. Saya tidak menyalahkan siapapun. Memang saya yang seharusnya tahu diri," ujarnya, kepada wartawan..

Selain itu, Gus Syaif adalah salah satu sosok yang juga ikut mengantarkan dr Faida menjadi bupati Jember terpilih dalam Pilkada 2016 lalu. Saat masa kampanye, kala itu Ponpesnya sering digunakan untuk kegiatan istighotsah.

"Waktu pendaftaran pasangan calon (Faida - KH Abdul Muqit Arief) ke KPU Jember, juga berangkat dari Ponpes saya. Tetapi setelah dilantik, ini kok tidak ada komunikasi sama sekali?," katanya.

Disinggung mengenai adanya hubungan yang kurang harmonis dengan bupati, dia membantah. Menurutnya, Faida masih baru menjabat sebagai kepala daerah, sehingga ia memaklumi kesibukan seorang bupati.

"Ini keputusan saya,surat pengunduran diri saya tandatangani dengan sadar. Memang ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan, tetapi tidak bisa saya ungkapkan. Setelah ini saya ingin fokus pada kegiatan kemasyarakatan," katanya.

Tidak hanya Gus Syaif saja yang menggundurkan diri sebagai anggota Partai Nasdem. Ada beberapa orang lain yang mundur. Salah satunya, Kustiono Musri, yang juga merupakan kader dari Gus Syaif.

"Saya sudah menunggu lama momen seperti ini. Saya sudah lama ingin keluar dari partai tetapi menunggu langkah Gus Syaif, yang dulu bersama membangun Nasdem Jember dari nol," kata Kustiono.

Salah satu bentuk kekecewaannya memuncak kepada partai, yakni saat Gus Syaif tidak pernah diajak berdiskusi untuk penyusunan pengurus Nasdem. "Jika memang punya sopan santun, harusnya selalu dilibatkan. Oleh sebab itu, keputusan saya sudah bulat untuk keluar dari partai ini," ucapnya.

Surat pengunduran diri sebagai anggota Partai Nasdem itu dikirim untuk DPP, DPW dan DPD Partai Nasdem. Tembusan surat tersebut yakni untuk KPU Jember, Bakesbangpol, dan pers.

Saat menyerahkan berkas, Kustiono sempat membakar Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Nasdem di depan kantor Bakesbangpol Jember, sebelum akhirnya pulang mendampingi Gus Syaif.

Sementara Ketua DPD Partai Nasdem Jember Marzuki Abdul Ghofur belum bisa dimintai konfirmasi. Marzuki tidak mengangkat panggilan telpon. Pesan singkat, juga tidak dibalas. (yud/rus )

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...