Petugas bersenjata lengkap disiagakan saat penggeledahan di rumah Khafidz, Minggu (11/12) pagi. foto: ZAINAL ABIDIN/ BANGSAONLINE
Ary mengatakan material berbahaya yang diledakan siang itu masuk dalam kategori high exsplosive. "Yang diledakan tadi adalah triacetone triperoxide (TATP), jenis peledak high explosive," terang Ary.
Ia menyebut, bahan peledak seberat 1,3 kilogram itu bila sudah menjadi bentuk bom akan memiliki daya ledak hingga radius 300 meter. "Yang kami bawa ini sudah jadi bahan peledak, tinggal dikemas, dikasih isian saja. Detonatornya belum ada. Kalau sudah jadi dalam bentuk bom akan lebih dahsyat lagi ledakannya," katanya.
Bahan peledak (handak) ini, lanjut Ary, sifatnya labil. Apabila terkena suhu atau cuaca panas bisa meledak, atau terkena gesekan bisa meledak. Oleh sebab itu, setelah dilakukan identifikasi, akhirnya diputuskan untuk dilakukan disposal atau diledakan.
Pasca diamankannya Khafidz, Densus 88 dan Sat Jihandak Brimob menemukan sejumlah bahan kimia untuk membuat bom rakitan serta bahan peledak yang sudah jadi seberat 1,3 kilogram dari rumah Khafidz Fatoni di Ngawi.
Penangkapan dan penggeledahan rumah Khafidz Fatoni yang diduga sebagai ahli peracik bom ini merupakan hasil pengembangan penangkapan teroris di Bekasi, beberapa waktu lalu. (nal/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




