Banyak Sampah Plastik di Pesisir Pelabuhan Panarukan, KLH Situbondo Gelar Coastal Clean Up

Banyak Sampah Plastik di Pesisir Pelabuhan Panarukan, KLH Situbondo Gelar Coastal Clean Up Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Heru Waluyo (pakai topi), memungut sampah-sampah plastik di pesisir pelabuhan Panarukan Situbondo.

Setelah acara pembukaan Coastal Clean Up oleh Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Heru Waluyo, acara dilanjutkan dengan penanaman berbagai jenis pohon oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Situbondo.

Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Heru Waluyo mengatakan, bahwa pengaruh sampah plastik ke laut akan berdampak terhadap biota-biota laut. Selain itu juga akan mematikan habitat-habitat di laut seperti pohon bakau dan terumbu karang.

"Kalau pohon bakau tertutup sampah plastik akan mati atau terlambat pertumbuhannya, sedang terumbu karang kalau tertutup plastik secara banyak juga bisa mati karena tidak terkena sinar matahari," katanya.

Heru melanjutkan, banyaknya sampah di laut disebabkan perilaku-perilaku masyarakat yang masih kurang peduli terhadap lingkungannya sendiri. Dengan itu ia mengajak masyarakat mempunyai pola hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan minimal di lingkungannya sendiri.

"Kalau kita lihat sekarang spot-spot di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo ini sudah sangat jelas banyak sampah di pinggir pantai dan itu berpotensi masuk ke wilayah laut. Oleh karenanya pemerintah daerah harus peduli dengan cara menyediakan tempat sampah di kawasan pesisirnya," terangnya.

Heru Waluyo mengungkapkan, bahwa saat ini Indonesia sebagai kontributor sampah plastik di laut urutan kedua terbesar di dunia. Penilaian tersebut merupakan hasil riset dari universitas di Amerika Serikat.

"Indonesia merupakan negara yang mempunyai kontributor sampah plastik di laut nomor dua setelah Cina. Indikasinya yaitu dari negara-negara yang sedang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik, seperti Thailand, China, Philipina dan yang lainnya," pungkasnya. (stb1/had/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pasangan Edi Hadiyanto Daftar Bacakada Situbondo ke PPP':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO