Sebelum Dibunuh Bankir Inggris, Sumarti Ningsih Disekap Tiga Hari

Sebelum Dibunuh Bankir Inggris, Sumarti Ningsih Disekap Tiga Hari Rurik Jutting saat digelandang petugas.

BANKIR asal Inggris, Rurik Jutting, yang dituduh membunuh dua perempuan Indonesia di sebuah apartemen mewah di Hong Kong ternyata merekam aksinya di telepon selulernya.

Fakta itu terungkap dalam sidang perdana kasus pembunuhan ini yang digelar pengadilan Hong Kong. Dalam sidang ini pula Jutting menyatakan dirinya tak bersalah atas dua dakwaan pembunuhan terhadap Seneng Mujiasih dan Sumarti Ningsih yang sama-sama berusia 20-an.

Jutting hanya mengaku bersalah dalam dakwaan melakukan pembunuhan tak berencana dalam kasus yang terjadi pada 1 November 2014 itu.

Namun, pengadilan tak menerima pernyataan Jutting itu dan langsung memulai proses pemilihan anggota juri.

Sembari memberikan taklimat kepada para juri di Pengadilan Tinggi Hong Kong, hakim Michael Stuart-Moore memperingatkan kepada para juri terkait gambar dan rekaman yang tak terlalu menyenangkan.

Hakim Michael mengatakan, Jutting merekam aksinya di telepon seluler iPhone miliknya dan rekaman di dalam telepon itu sangat mengejutkan.

Sebelumnya, Seneng Mujiasih dan Sumarti Ningsih ditemukan tewas di apartemen tempat tinggal Jutting pada November dua tahun lalu, setelah pria itu menelepon polisi.

Mujiasih ditemukan dalam kondisi bugil serta terdapat bekas luka tikaman pisau di kaki dan bokongnya. Sedangkan jasad Sumiati Ningsih ditemukan beberapa jam kemudian di dalam sebuah koper yang ditaruh di balkon apartemen.

Sementara itu, jaksa penuntut John Reading mengatakan Sumiati Ningsih disiksa selama tiga hari di apartemen Jutting di kawasan Wan Chai, lokasi permukiman mahal tak jauh dari sebuah kawasan lokalisasi.

"Jutting kemudian membunuh Ningsih dengan menggunakan sebilah pisau di kamar mandi," ujar jaksa Reading.

Sumarti Ningsih, yang berusia 20-an, berada di Hong Kong dengan menggunakan visa kunjungan biasa, sempat berhubungan seks dengan Jutting di sebuah hotel demi mendapatkan uang.

Setelah Ningsih dibunuh, Jutting bertemu dengan Seneng Mujiasih di sebuah bar di kawasan Wan Chai dan mengajaknya ke apartemen untuk berhubungan seks dan mendapatkan uang.

Sumber: kompas.com/merdeka.com

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO