Jumat, 07 Mei 2021 23:37

Frontage Road Sisi Barat Jl Ahmad Yani Surabaya Terancam Molor

Kamis, 12 Juni 2014 21:56 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: maulana

SURABAYA (bangsaonline) - Pembangunan frontage road (FR) sisi barat Jalan Ahmad Yani mendapat sorotan dari Komisi C DPRD Surabaya. Pasalnya, pelepasan lahan hingga saat ini masih belum tuntas. Disinyalir proyek jalan yang ditengarai mampu mengurai volume kendaraan di Jalan Ahmad Yani akan molor. Karena itu, nasib FR sisi barat seperti FR sisi timur yang butuh waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan pembebasan lahannya.

Ketua Komisi C Sachiroel Alim Anwar mengungkapkan beberapa saat lalu melakukan konsultasi dengan kementerian PU di Jakarta. Sesuai penjelasan kementerian PU tahun 2014 ada devisit anggaran sebesar Rp 22 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP). Ia khwatir penurunan anggaran tersebut akan berimplikasi pada kelanjutan pembangunan FR sisi barat.

“Tahun ini mestinya ada anggaran dari pusat untuk kelanjutan pembangunan FR sisi barat,” sebut Sachiroel Alim Anwar, Kamis (12/6).

Menurut Alim, untuk pembangunan FR sisi Barat semestinya pemerintah kota menerima bantuan Rp 20 miliar. Namun dengan adanya devisit ini, khawatir bantuan yang diharapkan tidak bisa turun. “Kalau proyeknya sudah dilelang kemungkinan akan didegradasi. Kalau sampai dihapus saya kurang tahu,” katanya.

BACA JUGA : 

2017, Pemkot Fokus Tuntaskan Frontage Road Sisi Barat dan MERR

Resmikan Frontage Sisi Barat, Wali Kota Risma Berharap Perekonomian Warga Sekitar Meningkat

Pembangunan FR Sisi Barat: Bebaskan RSI dan SMA Khadijah, PUBMP Surabaya Anggarkan 35 M

Atasi Macet di Bundaran Dolog, Dishub Siapkan Rekayasa


Anggota Komisi C lainnya Agus Sudarsono mendesak agar pembangunan FR sisi barat harus segera dituntaskan. Persoalan pembebasan lahan juga diharapkan tidak seruwet frontage sisi timur. “Saya minta, pemkot bersikap tegas terkait dengan keberadaan lahan dan bangunan di FR sisi barat.Sebab, untuk FR di kawasan tersebut akan dilebarkan antara 15-20 meter. Pelebaran ini di mulai dari Bundaran Waru hingga Terminal Joyoboyo,” pintanya.

Agus menyatakan, pembangunan FR sisi barat sebenarnya sudah cukup mendesak. Mengingat semakin bertambahnya kendaraan yang lewat di jalan Ahmad Yani. Terutama bagi pengendara yang berasal dari luar Surabaya seperti Sidoarjo dan Pasuruan. “Coba sampean lihat sekarang. Pasti ketika jam-jam sibut kawasan tersebut macet total,” ungkapnya.

Sekretaris Kota (Sekkota) Hendro Gunawan menerangan, pelepasan lahan sisi barat masih terkendala dengan status tanah eigendom (tanah peninggalan kolonial Belanda). Setelah berkoodinasi dengan Dinas PU Bina Marga, sedikitnya ada lima lokasi yang berstatus eigendom. Proses pelepasan sempat terhenti karena harus berkonsultasi dengan kementerian PU. "Ketentuan seperti apa pelepasan tanah eigendom, alhamdulillaah itu sudah boleh dilepaskan dengan ganti rugi," ucapnya.

Disinggung perihal pelepasan tanah FR sisi Timur milik UIN Sunan Ampel, Hendro memastikan proses pelepasan tanah sudah selesai dengan cara hibah. Hal itu disepakati setelah Kementerian Keuangan (kemenkeu)memberikan rekomendasi. "Kalau UIN minta gedung, tinggal teknisnya saja nanti seperti apa itu yang perlu kita pikirkan, insyaallaah proses hibahnya sudah selesai," jelasnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismharini sempat mengatakan pembebasan tanah FR sisi Barat ditargetkan selesai tahun ini. Kendala pembebasan lahan yang gitempati Cipa Ganti sudah selesai. Setelah berkonsultasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat, pembebasan lahan milik negara itu mekanismenya diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Tahun ini selesai, jadi tinggal penggarapannya saja, kan sudah banyak itu bangunan yang dirobohkan," ujarnya.

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...