Minggu, 27 Mei 2018 18:48

Berinovasi Motif Alam, Produk Kampung Pot Balongbendo Rambah Pasar Luar Pulau

Sabtu, 24 September 2016 21:37 WIB
Editor: Rosihan
Berinovasi Motif Alam, Produk Kampung Pot Balongbendo Rambah Pasar Luar Pulau
Pekerja sedang melakukan penghalusan pot. foto: faratiti dewi/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com – Kampung Pot yang terletak di Balongbendo mampu bertahan, bahkan pasarnya telah merambah ke Kalimatan, karena menciptakan inovasi motif-motif baru berupa kembang dan alam.

“Kami selalu menciptakan motif sendiri lalu dikembangkan. Pembeli menyukai dan menerima motif buatan kami. Seperti motif alam, yaitu bebatuan, pohon dan lain-lain. Pot kami dipasarkan di Sidoarjo, Surabaya, Pandaan, dan hingga Kalimantan Timur,” ungkap Eri Kurniawan, yang disapa Wawan (37), di lokasi produksinya, Jumat (23/09/2016).

Kampung Pot ini baru diresmikan, pada tahun 2012. Kampung ini dibentuk oleh Dinas Koperasi Kabupaten Sidoarjo.

“Hanya saja stand saya ini baru dibuka pada tahun 2013. Dulunya, saya membuka usaha di kampung Sirapan, sebelum membuka cabang di Kampung Pot ini. Dulu di Kampung Sirapan saya lebih fokus membuat bangunan air mancur, kalau di sini pot,” tambah Wawan.

Pot produksi di kampung ini, juga dipasarkan di sepanjang Jl Desa Kemangsen. Setidaknya ada 14 stand.

“Saya menjadi pembuat ukir seperti ini sudah sejak tahun 2005. Jadi, kurang lebih 10 tahun. Awalnya hanya air mancur, namun setelah membuka di kampung pot ini saya mengembangkan menjadi pot, kursi dan juga meja,” ungkap Wawan.

“Awal pembuatan, dengan bahan semen, kemudian dicetak yang sudah ada ukirannya, kemudian dihaluskan. Untuk pengeringan maksimal 7 hari, sehingga kalau di musim hujan, kami harus memiliki stok yang banyak.”

Wawan dibantu 11 pegawai, yang setiap hari bekerja pada pukul 08.00-16.30. Dia memastikan, boleh memesan motif apa saja, asalkan pesannya banyak.

“Harga pot beragam mulai Rp.40.000-75.000. Biasanya sih, ramainya di bulan Mei-Desember, di luar bulan itu agak sepi. Dalam satu bulan omzet saya mencapai Rp 50-60 juta.” (faratiti dewi/UTM)

Sabtu, 26 Mei 2018 20:20 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SESUAI dengan yang diperniatkan bersama dengan Redaksi Harian Bangsa, sejatinya kolom Sumamburat ini membidik fenomena dalam sisik-melik realitas yang disorot tanpa menyilaukan: santai nan biasa-biasa saja yang berseru tentan...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...