Minggu, 15 September 2019 21:59

Tiga Tahun Berturut-turut Siswa Baru Kurang dari 20, Sekolah Harus Siap Kena Regrouping

Selasa, 20 September 2016 21:36 WIB
Wartawan: Dicky Edyano
Tiga Tahun Berturut-turut Siswa Baru Kurang dari 20, Sekolah Harus Siap Kena Regrouping

BANYUMAS, BANGSAONLINE.com - Sekolah negeri tampaknya harus berusaha keras untuk menjaring peserta didik sebanyak-banyaknya dalam setiap kali masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang cukup tegas terkait penerimaan peserta didik.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Edy Rahardjo, mengatakan (20/9) dalam penerimaan siswa baru, setiap sekolah negeri, khususnya jenjang SD harus mampu menjaring peserta didik minimal 20 anak. Bila tidak mampu memenuhi kuota tersebut, maka sekolah harus siap-siap terkena dampak dari aturan pemerintah.

”Sesuai aturan bila dalam jangka waktu tiga tahun berturut-turut, sekolah tidak bisa mendapatkan peserta didik minimal 20 anak dalam setiap kali penerimaan siswa baru, maka sekolah tersebut harus siap-siap untuk terkena kebijakan regrouping (penggabungan),” terangnya.

Tidak tertutup kemungkinan, bila sekolah tersebut dipastikan tidak dapat dilakukan regrouping, maka jalan satu-satunya adalah dibubarkan. Sebenarnya kebijakan ini cukup berat untuk dilakukan, tetapi menurut dia, itu merupakan langkah terbaik yang diambil.

Bila sekolah dilakukan regrouping, para guru di sekolah tersebut hendaknya juga tidak perlu resah terkait dengan kelanjutan tugasnya sebagai pendidik. Pasalnya setiap kebijakan yang diambil oleh Dinas Pendidikan pada dasarnya telah melalui pertimbangan yang matang.

”Sebelum melakukan kebijakan regrouping, Dinas Pendidikan sudah melakukan pemetaan terhadap kebutuhan guru di sekolah-sekolah yang diregrouping. Jangan sampai guru di sekolah yang diregrouping tidak mendapatkan alokasi tugas mengajar,” ujar dia.

Dalam menempatkan guru dari sekolah yang terkena penggabungan, tetap diupayakan masih berada di wilayah yang bisa dijangkau. ”Jadi para guru hendaknya tidak perlu khawatir dan siap untuk ditempatkan di mana saja. Apalagi kebijakan penggabungan sekolah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah dan efisiensi biaya operasional sekolah,” ungkap Edy kepada Bangsaonline, Selasa (20/9).

Selama ini sekolah yang digabung dengan sekolah lain, pada umumnya setelah digabung mengalami kemajuan yang cukup pesat. ”Ibaratnya dua kekuatan digabung menjadi satu, maka akan lebih kuat dan maju,” tandasnya. (bym1/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...