Sabtu, 25 Januari 2020 13:09

Tiga Tahun Berturut-turut Siswa Baru Kurang dari 20, Sekolah Harus Siap Kena Regrouping

Selasa, 20 September 2016 21:36 WIB
Wartawan: Dicky Edyano
Tiga Tahun Berturut-turut Siswa Baru Kurang dari 20, Sekolah Harus Siap Kena Regrouping

BANYUMAS, BANGSAONLINE.com - Sekolah negeri tampaknya harus berusaha keras untuk menjaring peserta didik sebanyak-banyaknya dalam setiap kali masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang cukup tegas terkait penerimaan peserta didik.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Edy Rahardjo, mengatakan (20/9) dalam penerimaan siswa baru, setiap sekolah negeri, khususnya jenjang SD harus mampu menjaring peserta didik minimal 20 anak. Bila tidak mampu memenuhi kuota tersebut, maka sekolah harus siap-siap terkena dampak dari aturan pemerintah.

”Sesuai aturan bila dalam jangka waktu tiga tahun berturut-turut, sekolah tidak bisa mendapatkan peserta didik minimal 20 anak dalam setiap kali penerimaan siswa baru, maka sekolah tersebut harus siap-siap untuk terkena kebijakan regrouping (penggabungan),” terangnya.

Tidak tertutup kemungkinan, bila sekolah tersebut dipastikan tidak dapat dilakukan regrouping, maka jalan satu-satunya adalah dibubarkan. Sebenarnya kebijakan ini cukup berat untuk dilakukan, tetapi menurut dia, itu merupakan langkah terbaik yang diambil.

Bila sekolah dilakukan regrouping, para guru di sekolah tersebut hendaknya juga tidak perlu resah terkait dengan kelanjutan tugasnya sebagai pendidik. Pasalnya setiap kebijakan yang diambil oleh Dinas Pendidikan pada dasarnya telah melalui pertimbangan yang matang.

”Sebelum melakukan kebijakan regrouping, Dinas Pendidikan sudah melakukan pemetaan terhadap kebutuhan guru di sekolah-sekolah yang diregrouping. Jangan sampai guru di sekolah yang diregrouping tidak mendapatkan alokasi tugas mengajar,” ujar dia.

Dalam menempatkan guru dari sekolah yang terkena penggabungan, tetap diupayakan masih berada di wilayah yang bisa dijangkau. ”Jadi para guru hendaknya tidak perlu khawatir dan siap untuk ditempatkan di mana saja. Apalagi kebijakan penggabungan sekolah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah dan efisiensi biaya operasional sekolah,” ungkap Edy kepada Bangsaonline, Selasa (20/9).

Selama ini sekolah yang digabung dengan sekolah lain, pada umumnya setelah digabung mengalami kemajuan yang cukup pesat. ”Ibaratnya dua kekuatan digabung menjadi satu, maka akan lebih kuat dan maju,” tandasnya. (bym1/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 25 Januari 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*80. Waqul rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa-akhrijnii mukhraja shidqin waij’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraan.Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluark...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...