Jumat, 07 Mei 2021 23:26

Pengungsi Syiah Sampang Disarankan Transmigrasi

Kamis, 15 September 2016 23:23 WIB
Pengungsi Syiah Sampang Disarankan Transmigrasi

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Komisi Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Jawa Timur mengusulkan kepada Pemprov Jatim supaya ratusan pengungsi syiah Sampang yang selama ini ditampung di Rusun Jemundo Sidoarjo disarankan mengikuti program transmigrasi. Tujuannya, supaya mereka bisa hidup mandiri dan tidak membebani lagi pemerintah.

"Saya mengusulkan supaya 330 jiwa pengungsi syiah Sampang disarankan ikut program transmigrasi supaya mereka bisa hidup mandiri di tempat baru, karena mereka belum memungkinkan kembali ke kampung halamannya," ujar Mochammad Eksan anggota Komisi E DPRD Jatim, Kamis (15/9).

Menurut politisi asal Partai NasDem ini, para pengungsi korban konflik syiah menempati Rusun Jemundo Sidoarjo sejak 20 Juni 2013 atau sudah hampir 3 tahun lebih memang menjadi tanggungjawab pemerintah. Bahkan mereka mendapat uang jatah hidup (jadup) sebesar Rp 700 ribu per jiwa.

"Apa yang sudah dilakukan Pemprov Jatim itu sudah manusiawi. Tapi untuk solusi jangka panjang, juga perlu dipikirkan mulai sekarang. Transmigrasi itu salah satunya," jelas politisi asal Jember ini.

BACA JUGA : 

​Syiah Salat Cuma Tiga Waktu, Hizbut Tahrir bolehkan Cium Cewek Bukan Muhrim, Ini Alasannya

​Dr Jalaluddin Rakhmat Wafat, dari Keluarga NU, Jadi Tokoh Muhammadiyah, Lalu Pemimpin Syiah

​Saling Sindir, Takut Bentrok, Ketua PCNU Sampang Minta Penganut Syiah yang Balik ke Aswaja Dipisah

Hari HAM se-Dunia, Gubernur Khofifah-BPN Jatim Beri 239 Sertifikat Tanah Korban Konflik Sampang

Selain ikut transmigrasi, Eksan juga menyarankan supaya pengungsi syiah diberikan pelatihan dan diikutkan job fair atau didistribusikan ke berbagai perusahaan supaya mereka memiliki pekerjaan tetap. "Kalau perlu mereka disalurkan menjadi penjaga perumahan atau pekerja rumah tangga di rumah-rumah pejabat di lingkungan Pemprov Jatim," ungkapnya.

Ia juga kurang sepakat jika jatah hidup pengungsi syiah dihentikan saat mereka belum bisa hidup mandiri. "Kalau jadup dihentikan sedangkan mereka belum bisa hidup mandiri itu kurang manusiawi. Apalagi mereka juga warga Jatim sehingga menjadi tanggungjawab pemerintah," imbuh Eksan.

Terpisah, Kadisnakertransduk Jatim, Sukardo mengatakan bahwa program transmigrasi itu tidak bisa mendadak dan harus melalui usulan atau rekomendasi dari Bupati/Wali Kota setempat. "Sebelum diberangkatkan calon transmigran juga harus mengikuti pelatihan supaya dapat memenuhi persyaratan sesuai bidang yang akan didalami, seperti perkebunan, pertanian atau kelautan," bebernya.

Lebih jauh mantan Sekwan DPRD Jatim itu menjelaskan, hingga saat ini tercatat sudah ada sebanyak 3.600 calon transmigran asal Jatim yang menunggu (waiting list) untuk diberangkatkan ke 16 provisi yang menerima program trnasmigrasi.

"Jatah transmigran Jatim hanya sebanyak 550 orang per tahun. Selain mendapatkan lahan garapan 1-2 hektar, mereka juga akan mendapat jadup selama 1 tahun atau ditambah 8 bulan jika para transmigran baru belum dapat berproduksi," ujar Sukardo.

"Program transmigrasi itu sekarang tidak mudah, makanya eks Gafatar juga tidak bisa langsung mengikuti program transmigrasi karena harus melalui rekomendasi kepala daerah setempat. Pengungsi syiah juga demikian," pungkas mantan Sekretaris DPRD Jatim itu. (mdr/rev)

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...