Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Hj. Maria Ulfa Sambari menerima piala dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Sementara Kepala TK PIKPG Ma’rifah dalam paparannya menyebutkan beberapa dukungan lain misalnya Rumah Sakit Petrokimia Gresik yang membuka akses konsultasi gizi.
Juga Koperasi Keluarga Besar Karyawan Petrokimia Gresik (K3PG) yang mensyaratkan dan memotivasi seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) serta pegadang Pusat Jajan Serba Ada (Pujasera) di Lingkungan PT Petrokimia Gresik, agar mereka berpola hidup sehat. Baik dalam penyajian makanan dan minuman maupun dalam pembuatannya.
Misalnya dalam proses pembuatan makanan dan minuman yang dijualnya, agar tidak memasukan unsur-unsur bahan yang tidak sehat. Yaitu pewarna, pemanis dan pengawet buatan pada jualan mamin yang mereka jajakan.
“Bahkan paguyuban pedagang pujasera, PKL dan persatuan orang tua murid sudah melakukan deklarasi dan menyatakan siap menjalankan hidup sehat serta ikut memasyarakatkan program UKS di lingkungannya” papar Ma’rifah.
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, didampingi Kabag Humas Pemkab Gresik, Suyono menyatakan bangga dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terkait. “Ini merupakan bagian inovasi dari beberapa instansi terkait yang didukung oleh pihak ketiga untuk meraih sesuatu yang baik yaitu prestasi Juara. Selain itu, prestasi ini untuk memotivasi sekolah lain agar terpacu untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat,” katanya.
Lebih jauh Sambari mengatakan, hadirnya program UKS betul-betul membantu program pemerintah untuk menjadikan kesehatan sebagai program prioritas.
Meski bukan program yang didanai APBD, namun program UKS ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Bagi kami, juara bukan tujuan akhir, namun kesehatan masyarakat merupakan tujuan utama kami dan menjadi kebutuhan kita bersama, " jelasnya.
Ditambahkan dia, pihaknya selalu mengajak jajarannya untuk selalu berinovasi. Dia yang beberapa hari lalu telah dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif 2016 meminta agar SKPD tidak hanya menjalankan program yang dibiayai APBD saja, tapi harus berinovasi untuk menciptakan program baru yang bisa didukung oleh pihak lain. “Contohnya PKK dengan UKS ini yang terbukti sangat besar manfaatnya untuk masyarakat," terangnya.
Sementara Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyono menambahkan bahwa pada tahun 2016, Pemkab Gresik sudah menaikkan alokasi anggaran kesehatan hingga Rp 135 milliar.
Jumlah ini belum termasuk pembangunan fisik. Saat ini ada di Kabupaten Gresik ada 32 Puskesmas, 12 Puskesmas rawat inap, 20 Puskesmas rawat jalan dan 74 puskesmas pembantu serta 247 Ponkesdes. “Semua Fasilitas Kesehatan ini merupakan dukungan Pemkab Gresik terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat," pungkas Suyono. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




