Azwar Anas Terpaksa jadi Bupati Banyuwangi karena Dibuang ke Pacitan saat Nyaleg

Azwar Anas Terpaksa jadi Bupati Banyuwangi karena Dibuang ke Pacitan saat Nyaleg Abdullah Azwar Anas. Foto: viva.co.id

"Dengan dikirim ke daerah membuat saya sering nulis, membuat makalah, membuat saya banyak belajar, ketemu orang. Di Jakarta memimpin orang, saat memimpin sidang didemo. Bekal organisasi penting, pengalaman-pengalaman itulah yang menambah saya dan menjadikan saya bisa memimpin Banyuwangi," tuturnya.

Beragam tantangan pun harus dihadapinya ketika menjabat sebagai bupati. Anas mengaku sebagai kabupaten terluas di Jawa Timur, Banyuwangi memiliki keanekaragaman suku, adat dan budaya.

"Saya kira Banyuwangi miniatur yang tidak bisa didapat. Awal menjabat saya didemo 40 hari, berdinamika memang tidak mudah. Imej Banyuwangi kasar dan klenik. Beruntung saya punya pengalaman ketika berproses selama di IPNU dengan berbagai pendekatan hal ini bisa diatasi," katanya.

Dalam kesempatan ini Anas juga mendapat pujian karena prestasinya selama menjabat sebagai. Ketua Presidium Alumni IPNU, Hilmi Muhammadiyah, mengatakan Anas saat ini menjadi bahan pembicaraan di kalangan rekan organisasinya karena mampu menginspirasi mereka. Oleh karena itu Anas pun didapuk menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini.

"Penentuan tempat ini kita lakukan di depan masjidil haram ketika melaksanakan umroh. Kita kemudian memutuskan pertemuan kita adakan di Banyuwangi, hal ini bukan kebetulan dari ketemu temen-teman daerah pembicaraannya hanya Abdullah ," terang Hilmi.

"Abdullah itu menginspirasi teman-teman, banyak yang pengen jadi bupati tapi tidak ada surveinya," candanya yang disambut tawa hadirin.

Tak hanya itu Hilmu juga menyampaikan harapannya agar pertemuan halal bihalal ini bisa mempererat ikatan mereka. Dia berharap organisasinya bisa menelurkan kader terdidik dan terpelajar.

"Majelis alumni sebagai mitra NU ke depan. Kita akan merawat teman-teman setelah 5-10 tahun di IPNU menghasilkan generasi terdidik, terpelajar yang tentu sudah berdiaspora di berbagai tempat dan sebagai bagian dari jaringan NU sudah bergeser arahnya tidak hanya sebagai benteng NU tapi sebagai benteng RI," bebernya.

Pertemuan ini berlangsung cair, kerap terdengar canda dan tawa dari para tamu. Hilmi juga menggoda Anas agar jangan meninggalkan Banyuwangi untuk menjadi gubernur.

"Kami berterima kasih Pak Anas ini bukan hanya berhenti di sini, tapi jangan juga terburu-buru ke tempat yang lain, harus juga memperhatikan seniornya. Ini saya tangkap aspirasi dari teman-teman biar menginginkan yang lebih tinggi boleh tapi biar matang dulu," kata Hilmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO