Mensos Khofifah Indar Parawansa saat mimpin doa di makam balita korban pemerkosaan dan pembunuhan balita berusia 2,5 tahun di Cibungbulang Bogor, Kamis (12/5). foto: detikcom
BOGOR, BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendatangi kediaman balita berusia 2,5 tahun yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh Budiansyah (26) di Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Khofifah juga memimpin doa di hadapan makam balita itu.
Menteri Khofifah tiba di rumah korban pada Kamis (13/5/2016) pukul 18.15 WIB. Dalam kesempatan tersebut, dia juga sempat berbincang dengan kedua orangtua korban, Ahmad Samiran dan Nuryanah di dalam kediaman nenek korban, Rukiyah yang hanya sekitar 50 meter dari rumah pelaku.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Khofifah lalu memimpin doa bersama di hadapan makam balita tersebut yang tidak jauh dari dari rumahnya. Sambil menangis tersedu-sedu, Menteri Khofifah membaca doa-doa di pusara.
Ayah korban, Samiran kembali menceritakan proses hilangnya balita itu saat bermain di kediaman Budiansyah. "Hari itu, si pelaku sempat ikut cari. Tapi ternyata dia pembunuhnya," kata Samiran saat bercerita kejadian yang dialaminya dihadapan Mensos.
Kepada Khofifah, Samiran juga menyampaikan keinginannya agar pelaku diberi hukuman yang berat. Dia setuju dengan wacana hukuman kebiri ke pelaku kejahatan seksual.
"Kalau dia dilepas, katakan hukumannya 15 tahun atau 20 tahun, siapa yang menjamin dia tidak berbuat lagi. Bagaimana kalau dia lakukan lagi kepada anak. Itu kan repot, bu. Makanya saya setuju itu kalau kebiri," kata Samiran.
(Baca: Pemerkosa Dikebiri Jika Mengulangi Perbuatan, Biayanya Rp 700 Ribu - Rp 7 Juta)
"Kalau ada yang menolak hukuman kebiri, apa mereka tidak memikirkan bagaimana perasaan kami, keluarganya. Bagi saya mereka yang berbuat itu, adalah sampah masyarakat," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




