Sejumlah anggota Brimob Polda Bali melakukan pengamanan ketika terjadi kerusuhan di dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (21/4) malam.
Sementara Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta prihatin dengan kondisi Lapas Klas II A Denpasar (Lapas Kerobokan) yang sering ricuh.
Menurut Sudikerta, Kementerian Hukum dan HAM harus segera mengambil langkah-langkah. Salah satunya dengan melakukan pemindahan lokasi.
“Karena di sana sudah tidak kondusif. Dilihat dari lingkungannya, karena gawat dari sisi transportasi dan penghuninya di sana. Artinya, harus segera dilakukan relokasi,” katanya, Jumat (22/4).
Untuk menuntaskan persoalan tersebut, kata Sudikerta, kuncinya ada di Kemenkumham karena pemerintah provinsi tidak berhak melakukan hal tersebut.
“Kita hanya memfasilitasi. Kalau memang itu jadi direlokasi tempat yang kita sediakan itu di dekat TPA Suwung,” ujarnya.
Sudikerta pun mengimbau kepada ormas-ormas untuk mengendalikan diri, dan bersama-sama menjaga Bali. Sehingga situasi dan kondisi di Bali selalu aman dan damai.
“Marilah jaga Bali, jangan saling sikut antarlain. Kami imbau kepada masyarakat untuk mengendalikan diri,” pungkasnya.
Di sisi lain, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan, kerusuhan diakibatkan oleh dua kelompok bermusuhan yang bertemu di dalam sel.
Yasonna mengatakan kerusuhan itu terjadi karena satu kelompok yang lebih dulu mendekam di lapas, tidak diterima adanya kelompok lain yang masuk. Terlebih dua kelompok ini sempat bertikai.
"Karena itu di sana ada dua geng. Satu bernama Baladika, satu lagi Laskar Bali. Jadi kan dulu ada pertikaian di antara keduanya," kata dia saat berkunjung ke Lapas Klas III Cikarang.
Yasonna mengatakan telah mengintruksikan jajarannya untuk mengkondisikan situasi. Dia pun telah memerintah agar para perusuh dipindahkan. Sebelas penghuni baru ditarik kembali ke Polresta Denpasar, sedangkan penghuni lama yang membuat onar dipindahkan ke lapas di Jawa Timur.
"Kami pindah nanti. Sekarang ini (penghuni baru) sudah kami kembalikan ke polres. Nanti yang bikin keributan kami geser ke luar Bali, rencananya ke Jawa Timur. Terus yang dari polres dipindahkan lagi ke NTT," kata dia. (lp6/rol/mer/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




