Dua sandera asal Kanada John Risdel dan Robert Hall diancam akan dipenggal jika permintaan tebusan Rp 364 miliar ditolak pemerintah.
"Dalam keadaan sehat," ujar Ryamizard usai menggelar tes urine di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (18/4/2016).
Sementara Panglima Laskar Jundullah, Agus Dwikarna, tak yakin penyandera 14 WNI yang di Filipina dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf. Agus yang ditahan di Filipina selama 12 tahun, 2002-2014, mengaku paham karakter milisi sipil bersenjata ini.
Oleh karena itu, pendiri Komite Masyarakat Peduli Krisis (Kompak) itu menyarankan pembebasan para sandera dilakukan melalui proses lobi, tanpa menggunakan kekuatan militer.
Hingga kemarin, nasib ke-14 WNI, termasuk empat dari Sulsel yang tiga diantaranya dari Luwu Raya, belum jelas.
Sejumlah tokoh Luwu Raya minta Agus turun tangan membantu melobi pihak terkait di Filipina agar para sandera dibebaskan.
Pendiri Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) ini dinilai punya pengalaman dalam misi kemanusiaan seperti itu, terbukti dengan kepiawaian dalam penyelesaian konflik di Poso (Sulawesi Tengah) dan Ambon (Maluku).
Agus termasuk kreator perjanjian Malino I dan II bersama Jusuf Kalla, yang berisi perjanjian dalam konflik Poso dan Ambon, 2001-2002.(mer/det/yah/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




