Selasa, 15 Juni 2021 04:32

Hadapi Afta 2015, SMK di Jatim akan Diperbanyak

Jumat, 02 Mei 2014 23:19 WIB
Editor: rosihan c anwar
Wartawan: nisa
Hadapi Afta 2015, SMK di Jatim akan Diperbanyak
?Siswa berebut bersalaman dengan Gubernur Soekarwo. Foto:nisa/BANGSAONLINE

SURABAYA (bangsonline) - Dalam menyongsong AFTA 2015, Pemprov Jatim akan menambah komposisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih banyak dibandingkan SMA.Jika sebelumnya perbandingan SMK dan SMA adalah 60:40, maka sekarang ditambah menjadi 70 persen SMK dan 30 persen SMA.

Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Gedung Negara Grahadi, Jumat (2/5/2014) menegaskan, fokus Pemprov Jatim terhadap SMK dimaksudkan agar siswa yang memiliki keterampilan atau skill sehingga bisa langsung mengaplikasikan diri di pasar kerja. Ini diharapkan membantu daerah dalam menghadapi pasar bebas.

Pakde Karwo menjelaskan, di bidang pendidikan, Jatim juga menyiapkan SMK Mini. SMK ini menjadi pilihan dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal yang bertujuan untuk menyiapkan tenaga terampil dan ahli sesuai kemampuan di bidangnya. Dicontohkan, jika sebuah wilayah berada di daerah pesisir laut, bisa dibangun SMK Kelautan atau pelayaran. Di SMK ini, siswa tidak lagi diajarkan teknik mengelas dasar besi pagar saja, melainkan mengelas kapal. “Keberadaannya disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah yang ada," ungkapnya.

Pentingnya sekolah kejuruan ini, bertujuan untuk menjadikan tenaga terampil informal menjadi tenaga formal. Salah satu contohnya, jika Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sudah termasuk dalam tenaga formal akan dilindungi oleh payung hukum yang ada. Akan tetapi, jika mereka masih di dalam tenaga informal tidak dilindungi oleh payung hukum yang kuat.

BACA JUGA : 

Hari Pendidikan Nasional, KPI Mengadakan iFEST dan Launching Kuanta

Soal Pendidikan di Masa Pandemi, Litbang Kemendikbud Ajak Seluruh Aktor Pendidikan Berkolaborasi

​Tantangan Pendidikan, Digitalisasi dan Ancaman 51, 8 % Potensi Pekerjaan Hilang

​Winner 2020, Sesi Networking Jadi Program Paling Diminati

“Masyarakat harus diajak untuk hijrah pemikiran dari kebiasaan bersekolah umum beralih ke sekolah kejuruan. Jika sekolah kejuruan bisa mencapai 70 persen dan sekolah umum 30 persen, maka siswa akan siap menghadapi pasar bebas. Akan tetapi, keberadaan SMK ini juga harus diikuti oleh kebijakan untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi ke perguruan tinggi. Jatim merupakan provinsi yang paling siap menyongsong pasar bebas dengan modal SDM dan tenaga terampil yang berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan MNuh, Pakde Karwo menjelaskan bahwa peringatan Hardiknas 2014 ini mengusung tema Pendidikan untuk Peradaban Indonesia yang Unggul. Tema ini, mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya menyelesaikan persoalan yang bersifat teknis namun upayanya memanusiakan manusia untuk membangun peradaban yang unggul.

Dalam dunia pendidikan ada dua hal yang sangat mendasar. Pertama, terkait dengan akses untuk mendapat layanan pendidikan yang mana akses tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan dan keterjangkauan. “Beberapa program seperti BOS untuk pendidikan dasar dan menengah, bantuan siswa miskin, bidikmisi, pengiriman guru untuk daerah Bantuan Operasional untuk perguruan tinggi negeri merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan akses secara inklusif dan berkeadilan,” tuturnya.

Kedua, yaitu terkait dengan kualitas pendidikan yang dipengaruhi ketersediaan guru, kurikulum dan sarana prasarana. Beberapa kebijakan dan program yang telah ditetapkan antara lain pendidikan dan pelatihan guru berkelanjutan, penerapan kurikulum 2013 dan rehabilitasi sekolah yang rusak. Hal ini merupakan momentum untuk melakukan penataan sistem perbukuan pelajaran.

Selain itu, Mendikbud mengajak kepada guru dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menyukseskan implementasi kurikulum 2013. Kurikulum tersebut mempersiapkan generasi emas anak. Generasi emas ini, mencakup generasi yang kreatif, inovatif, produktif, mampu berfikir tinggi, berkarakter serta cinta dan bangga menjadi Bangsa Indonesia. “Dengan generasi emas itulah, kita bangun peradaban Indonesia yang unggul menuju kejayaan Indonesia di tahun 2045,” imbuhnya.

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...