Sabtu, 24 Agustus 2019 21:33

Wisata Alam Kedung Cinet di Jombang Ditutup Usai Makan Korban

Kamis, 07 Januari 2016 15:14 WIB
Wisata Alam Kedung Cinet di Jombang Ditutup Usai Makan Korban
Wisata Kedung Cinet. foto: rony suhartomo/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Wisata alam Kedung Cinet atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mini Grand Canyon yang berada di Desa Klitih Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang, Jawa Timur akhirnya ditutup.

Penutupan ini dikarenakan jatuhnya korban jiwa di lokasi wisata tersebut, Minggu (3/1/2016) kemarin. Selain itu wisata alam ini juga belum mengantongi izin resmi dari Perum Perhutani Kawasan Penguasaan Hutan (KPH) Jombang.

"Mulai Senin kemarin, wisata alam Kedung Cinet kita tutup. Kita tidak ingin ada jatuh korban lagi. Sudah begitu, kondisi alam juga tidak memungkinkan. cuaca sangat buruk. Ini sangat berbahaya bagi pengunjung," ujar Humas Perum Perhutani KPH Jombang Pujiono, Kamis
(7/1/2016).

Pujiono mengakui, jika kondisi alam di tempat wisata Kedung Cinet sangat memesona. Karena wisata alam yang terbentuk secara alami ini mirip dengan wisata alam Grand Canyon yang berada di Arizona, Amerika Serikat. Sehingga, dalam satu tahun terakir ini tak heran banyak wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata tersebut.

Pujiono belum berani memastikan kapan lokasi wisata alam itu kembali dibuka. Pasalnya, saat ini kondisi cuaca belum bersahabat. Selain itu, pihaknya juga masih menodorong Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat untuk membuat Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait pengelolaan wana wisata tersebut.

"Teknisnya, LMDH Desa Klitih akan membuat PKS dengan Perum Perhutani KPH Jombang. Nah, kerjasama antara LMDH dan Perhutani Jombang untuk mengelola wisata Kedung Cinet itu sedang dalam proses," pungkasnya

Sebagaimana diberitakan sebelumya seorang pengunjung tewas di lokasi tersebut saat mandi di lokasi Kedung Cinet. Korban bernama Ferdi (17), pelajar SMA Negeri 1 Ngimbang, Lamongan. Korban tewas akibat tenggelam di sungai area wisata Kedung Cinet, Minggu (3/1/2016). (ony/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...