Kamis, 16 Juli 2020 22:35

Wisata Alam Kedung Cinet di Jombang Ditutup Usai Makan Korban

Kamis, 07 Januari 2016 15:14 WIB
Wisata Alam Kedung Cinet di Jombang Ditutup Usai Makan Korban
Wisata Kedung Cinet. foto: rony suhartomo/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Wisata alam Kedung Cinet atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mini Grand Canyon yang berada di Desa Klitih Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang, Jawa Timur akhirnya ditutup.

Penutupan ini dikarenakan jatuhnya korban jiwa di lokasi wisata tersebut, Minggu (3/1/2016) kemarin. Selain itu wisata alam ini juga belum mengantongi izin resmi dari Perum Perhutani Kawasan Penguasaan Hutan (KPH) Jombang.

"Mulai Senin kemarin, wisata alam Kedung Cinet kita tutup. Kita tidak ingin ada jatuh korban lagi. Sudah begitu, kondisi alam juga tidak memungkinkan. cuaca sangat buruk. Ini sangat berbahaya bagi pengunjung," ujar Humas Perum Perhutani KPH Jombang Pujiono, Kamis
(7/1/2016).

Pujiono mengakui, jika kondisi alam di tempat wisata Kedung Cinet sangat memesona. Karena wisata alam yang terbentuk secara alami ini mirip dengan wisata alam Grand Canyon yang berada di Arizona, Amerika Serikat. Sehingga, dalam satu tahun terakir ini tak heran banyak wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata tersebut.

Pujiono belum berani memastikan kapan lokasi wisata alam itu kembali dibuka. Pasalnya, saat ini kondisi cuaca belum bersahabat. Selain itu, pihaknya juga masih menodorong Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat untuk membuat Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait pengelolaan wana wisata tersebut.

"Teknisnya, LMDH Desa Klitih akan membuat PKS dengan Perum Perhutani KPH Jombang. Nah, kerjasama antara LMDH dan Perhutani Jombang untuk mengelola wisata Kedung Cinet itu sedang dalam proses," pungkasnya

Sebagaimana diberitakan sebelumya seorang pengunjung tewas di lokasi tersebut saat mandi di lokasi Kedung Cinet. Korban bernama Ferdi (17), pelajar SMA Negeri 1 Ngimbang, Lamongan. Korban tewas akibat tenggelam di sungai area wisata Kedung Cinet, Minggu (3/1/2016). (ony/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 16 Juli 2020 20:24 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga lampion atau yang juga dikenal dengan mawar venezuela ini ternyata dapat tumbuh subur dan mekar di Kota Surabaya. Padahal, di tempat aslinya, pohon ini tumbuh di hutan dengan suhu sekitar 19-25 derajat celcius.Menar...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 15 Juli 2020 12:17 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...