Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Tempo.co
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Sekretaris Fraksi Partai NasDem Syarif Abdullah Alkadrie meminta Presiden Joko Widodo menilai kembali para menteri yang membuat gaduh situasi dan tidak satu suara dengan Presiden. Menurut dia, seperti dikutip detik.com, menteri itu layak diganti karena berpotensi menghambat kinerja pemerintahan.
Menurut Syarif, salah satu menteri yang bermanuver serta tidak satu suara ialah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. "Luhut beda suara soal hukuman mati bagi bandar narkoba," katanya ketika dihubungi, Jumat, 25 Desember 2015. "Harusnya menteri selaras dengan Presiden."
BACA JUGA:
- Prabowo Subianto Akan Umumkan Susunan Komite Reformasi Kepolisian
- Reshuffle Tak Signifikan: Mendepak Yang Tak Sealiran, Mengakomodasi Ketum PAN
- M Luthfi dan Sofyan Djalil Dicopot, Zulkifli Hasan Masuk Kabinet, ini Daftar Menteri Baru
- Reshuffle Kabinet 15 Juni, 63,1 Persen Publik Setuju Jokowi Rombak Menteri
Bukan kali ini saja Nasdem mempersoalkan Luhut. Ketika kasus “papa minta saham” Freeport yang melengserkan Setya Novanto dari kursi ketua DPR RI, NasDem mendesak Luhut agar melaporkan kasus pencatutan namanya ke kepolisian. Luhut sempat disebut 66 kali dalam rekaman yang disebut “persekongkolan jahat” itu. Namun Luhut malah terkesan tak mempersoalkan.
Terkait sikap NasDem tersebut, pengamat politik Zainal Abidin menduga bahwa desakan NasDem kepada Luhut bagian dari upaya NasDem “menyingkirkan” Luhut dari Kabinet Kerja. “Kalau kasus ini (Freeport) dibawa ke kepolisian dan masuk ranah hukum tentunya akan masuk ke pengadilan. Beberapa saksi akan dimintai keterangan. Bisa-bisa Luhut ikut bagian dari Setya Novanto. Makanya Luhut tidak mau,” prediksi Zainal Abidin.
Syarif mengatakan, NasDem mendukung jika Presiden Joko Widodo merombak Kabinet Kerja dalam waktu dekat. "Itu hak prerogatif presiden," katanya. Seperti dikutip detik.com. "Termasuk kalau ada menteri dari NasDem."
Syarif tidak merinci siapa menteri yang membuat gaduh. Namun beberapa waktu lalu Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli dianggap memicu kontroversial. Di antaranya menyangkut megaproyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt. Proyek yang dirancang pemerintah ini dinilai Rizal tak realistis.
Soal perombakan kabinet, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN Aziz Subekti mengaku mendapatkan informasi valid dari lingkungan Istana Negara bahwa perombakan kabinet akan dilakukan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat.
"Benar, dua kursi. Calon yang paling kuat, ya yang sekarang ini namanya beredar di publik. Kabarnya sih Pak Taufik Kurniawan dan Pak Asman Abnur," kata Azis Subekti dilansir dari Tempo. “Perkiraan teman-teman perombakan dilakukan setelah adanya pengumuman penurunan harga BBM,” kata Aziz sembari mengatakan bahwa ketua umum PAN Zulkifli pasti tahu informasi ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




