Sabtu, 07 Desember 2019 20:32

Panwaslih Kabupaten Kediri Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Money Politics Oknum Perangkat Desa

Kamis, 10 Desember 2015 16:01 WIB
Panwaslih Kabupaten Kediri Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Money Politics Oknum Perangkat Desa

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Kediri sampai saat ini belum berani menyentuh Tim Sukses (Timses) Hariyanti-Masykuri (Harmas) terkait adanya temuan money politics (politik uang) di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.

Mujiharjito, Ketua Panwaslih Kabupaten Kediri mengatakan saat ini pihaknya masih hanya melakukan panggilan kepada pelaku money politics yang menyebarkan uang dan kaos nomor urut 1 yakni pasangan Harmas.

"Kita masih belum mengarah kepada timsesnya. Sebab dari panggilan yang dilakukan selama ini kepada pelaku money politics belum terpenuhi," ungkapnya, Kamis (10/12).

Ditambahkan, sejak adanya temuan money politics beberapa waktu lalu, Panwaslih bersama Panwascam sudah melayangkan surat panggilan kepada pelaku sebanyak tiga kali. Namun, sayangnya dalam panggilan tersebut diketahui pelaku money politics tersebut tidak pernah memenuhi panggilan itu.

"Tiga kali sudah kami panggil dan tidak datang, dari hal itu kita belum bisa menyimpulkan apa-apa," jelasnya.

Sementara, tim pemenangan pasangan nomor urut 2 Adi Purnomo Ari-Arifin Tafsir (AA), Rozak, mengatakan pihaknya meminta agar Panwaslih Kabupaten Kediri tidak berjalan lamban. "Kita dan masyarakat Kediri menunggu hasil Panwaslih dan Panwascam tentang adanya money politics tersebut. Tetapi jika nanti Panwaslih terlihat lemah dan lamban kita akan mendesaknya," ujar pria yang juga Sekjen Partai Gerindra Kabupaten Kediri ini saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Diberitakan sebelumnya, jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Kediri, tepatnya Senin (7/12) kemarin, ditemukan adanya praktik money politics yang dilakukan salah satu oknum Perangkat Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, HR.

Dari informasi yang dihimpun, ia ditangkap saat menyebarkan uang Rp 50 ribu dan kaos bergambar Paslon nomor urut 1 Hariyanti-Masykuri (Harmas) kepada salah satu anggota PPS yang berinisial LS. Dari kejadian itu, saat ini kasus dugaan money politic tersebut masih diselidiki oleh Panwaslih Kabupaten Kediri. (den/rif/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 21 November 2019 23:31 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Meluasnya kabar keberadaan destinasi wisata alam pohon besar yang mempunyai akar seribu di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, membuat warga setempat penasaran. Kini, pohon akar seribu itu telah menjadi daya tarik da...
Senin, 02 Desember 2019 15:43 WIB
Oleh: Nico Ainul Yakin (Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur)HUT ke-8 Partai NasDem yang digelar DPW Partai NasDem Jawa Timur di JX International Surabaya (23/11/2019) lalu berjalan meriah dan sukses. Ribuan kader NasDem dari pelosok Jawa Ti...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...