Minggu, 20 Oktober 2019 03:51

Panwaslih Kabupaten Kediri Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Money Politics Oknum Perangkat Desa

Kamis, 10 Desember 2015 16:01 WIB
Panwaslih Kabupaten Kediri Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Money Politics Oknum Perangkat Desa

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Kediri sampai saat ini belum berani menyentuh Tim Sukses (Timses) Hariyanti-Masykuri (Harmas) terkait adanya temuan money politics (politik uang) di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.

Mujiharjito, Ketua Panwaslih Kabupaten Kediri mengatakan saat ini pihaknya masih hanya melakukan panggilan kepada pelaku money politics yang menyebarkan uang dan kaos nomor urut 1 yakni pasangan Harmas.

"Kita masih belum mengarah kepada timsesnya. Sebab dari panggilan yang dilakukan selama ini kepada pelaku money politics belum terpenuhi," ungkapnya, Kamis (10/12).

Ditambahkan, sejak adanya temuan money politics beberapa waktu lalu, Panwaslih bersama Panwascam sudah melayangkan surat panggilan kepada pelaku sebanyak tiga kali. Namun, sayangnya dalam panggilan tersebut diketahui pelaku money politics tersebut tidak pernah memenuhi panggilan itu.

"Tiga kali sudah kami panggil dan tidak datang, dari hal itu kita belum bisa menyimpulkan apa-apa," jelasnya.

Sementara, tim pemenangan pasangan nomor urut 2 Adi Purnomo Ari-Arifin Tafsir (AA), Rozak, mengatakan pihaknya meminta agar Panwaslih Kabupaten Kediri tidak berjalan lamban. "Kita dan masyarakat Kediri menunggu hasil Panwaslih dan Panwascam tentang adanya money politics tersebut. Tetapi jika nanti Panwaslih terlihat lemah dan lamban kita akan mendesaknya," ujar pria yang juga Sekjen Partai Gerindra Kabupaten Kediri ini saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Diberitakan sebelumnya, jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Kediri, tepatnya Senin (7/12) kemarin, ditemukan adanya praktik money politics yang dilakukan salah satu oknum Perangkat Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, HR.

Dari informasi yang dihimpun, ia ditangkap saat menyebarkan uang Rp 50 ribu dan kaos bergambar Paslon nomor urut 1 Hariyanti-Masykuri (Harmas) kepada salah satu anggota PPS yang berinisial LS. Dari kejadian itu, saat ini kasus dugaan money politic tersebut masih diselidiki oleh Panwaslih Kabupaten Kediri. (den/rif/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...