Senin, 17 Juni 2019 09:07

Panwaslih Kabupaten Kediri Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Money Politics Oknum Perangkat Desa

Kamis, 10 Desember 2015 16:01 WIB
Panwaslih Kabupaten Kediri Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Money Politics Oknum Perangkat Desa

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Kediri sampai saat ini belum berani menyentuh Tim Sukses (Timses) Hariyanti-Masykuri (Harmas) terkait adanya temuan money politics (politik uang) di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.

Mujiharjito, Ketua Panwaslih Kabupaten Kediri mengatakan saat ini pihaknya masih hanya melakukan panggilan kepada pelaku money politics yang menyebarkan uang dan kaos nomor urut 1 yakni pasangan Harmas.

"Kita masih belum mengarah kepada timsesnya. Sebab dari panggilan yang dilakukan selama ini kepada pelaku money politics belum terpenuhi," ungkapnya, Kamis (10/12).

Ditambahkan, sejak adanya temuan money politics beberapa waktu lalu, Panwaslih bersama Panwascam sudah melayangkan surat panggilan kepada pelaku sebanyak tiga kali. Namun, sayangnya dalam panggilan tersebut diketahui pelaku money politics tersebut tidak pernah memenuhi panggilan itu.

"Tiga kali sudah kami panggil dan tidak datang, dari hal itu kita belum bisa menyimpulkan apa-apa," jelasnya.

Sementara, tim pemenangan pasangan nomor urut 2 Adi Purnomo Ari-Arifin Tafsir (AA), Rozak, mengatakan pihaknya meminta agar Panwaslih Kabupaten Kediri tidak berjalan lamban. "Kita dan masyarakat Kediri menunggu hasil Panwaslih dan Panwascam tentang adanya money politics tersebut. Tetapi jika nanti Panwaslih terlihat lemah dan lamban kita akan mendesaknya," ujar pria yang juga Sekjen Partai Gerindra Kabupaten Kediri ini saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Diberitakan sebelumnya, jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Kediri, tepatnya Senin (7/12) kemarin, ditemukan adanya praktik money politics yang dilakukan salah satu oknum Perangkat Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, HR.

Dari informasi yang dihimpun, ia ditangkap saat menyebarkan uang Rp 50 ribu dan kaos bergambar Paslon nomor urut 1 Hariyanti-Masykuri (Harmas) kepada salah satu anggota PPS yang berinisial LS. Dari kejadian itu, saat ini kasus dugaan money politic tersebut masih diselidiki oleh Panwaslih Kabupaten Kediri. (den/rif/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...